Iran Sebut Israel di Balik Serangan Drone Menuju Makkah

9 hours ago 4

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Kementerian Luar Negeri Iran mengindikasikan Israel terlibat dalam operasi false flag alias serangan palsu terkait drone yang disebut menuju Makkah dan dicegat militer Saudi. Tindakan itu menurut Iran bertujuan menimbulkan perpecahan di antara negara Muslim.

Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyatakan melalui platform X pada hari Kamis bahwa setiap agresi terhadap situs-situs suci Islam, khususnya Makkah, merupakan "tindakan yang patut dikecam".

Namun, ia menambahkan bahwa "klaim semata" mengenai pencegatan sebuah pesawat nirawak (drone) yang "sedang menuju Makkah" tidaklah cukup untuk menuduh kelompok Houthi sebagai pelakunya.

"Kita juga tidak boleh lupa bahwa kawasan kita telah menyaksikan berbagai insiden operasi 'bendera palsu' (false flag), terutama dalam beberapa bulan terakhir," ujar Baghaei.

“(Ini) bertujuan mengalihkan perhatian publik dari kejahatan yang dilakukan oleh rezim Israel dan Amerika Serikat di kawasan tersebut, serta memecah belah negara-negara Islam.

Eskalasi ini terjadi setelah Arab Saudi menyatakan bahwa sebuah pesawat nirawak (drone) diluncurkan oleh kelompok Houthi ke arah Mekkah sebelum akhirnya dicegat dan dihancurkan.

"Itu adalah kebohongan keji," ujar pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi pada hari Kamis. Ia menyebut klaim Saudi—bahwa kelompoknya berniat menargetkan kota paling suci umat Islam tersebut—sebagai "propaganda besar".

"Kesucian Mekkah sangatlah penting bagi rakyat Yaman," ujarnya, sembari menuduh Arab Saudi "menggunakan kebohongan sebagai senjata" demi mencapai tujuan perangnya melawan Houthi.

Koresponden Aljazirah mengatakan pidato Al-Houthi tidak hanya ditujukan kepada rakyat Yaman, tetapi juga kepada dunia untuk meluruskan fakta bahwa Houthi tidak menargetkan kota suci Mekkah, sebagaimana diklaim oleh pihak Saudi.

Dalam pidatonya, al-Houthi juga menyatakan bahwa Arab Saudi adalah pihak yang memicu babak terbaru konflik di Yaman dan bahwa pasukan Houthi bertindak dalam posisi defensif.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |