REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan positif jumlah investor aset kripto yang menembus lebih dari 20 juta. Jumlah investor kripto terus melaju, bahkan menyaingi jumlah investor pasar modal.
“Kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset kripto di Indonesia masih tetap terjaga. Pada Februari 2026, tercatat jumlah konsumen aset kripto mencapai 21,07 juta akun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, dalam acara Pembukaan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Capaian tersebut meningkat dibandingkan jumlah investor kripto pada Januari 2026 yang berada di angka 20,70 juta. Sementara itu, sebagai perbandingan, jumlah investor pasar modal menurut data OJK tercatat mencapai 21,07 juta pada Januari 2026. Artinya, pada bulan tersebut, jumlah investor kripto sudah berhasil melampaui jumlah investor pasar modal.
Adapun pada Februari 2026, jumlah investor pasar modal meningkat 12,34 persen menjadi 22,88 juta. Dengan demikian, jumlah investor kripto yang berjumlah 21,07 juta tidak lebih banyak dibandingkan jumlah investor pasar modal.
“Jumlah investor kripto sudah hampir sama, bahkan melampaui SID (single investor identification) di pasar modal kita. Jadi, tidak berlebihan jika saya katakan bursa kripto ini adalah the future of capital market,” ungkap Adi.
Kendati jumlah investor aset kripto berkembang pesat, Adi mencermati adanya penurunan kinerja perdagangan aset kripto pada Februari 2026. Tercatat, nilai transaksi kripto pada Februari 2026 sebesar Rp 29,4 triliun, meliputi transaksi spot Rp 24,33 triliun dan transaksi derivatif Rp 5,07 triliun.
Angka tersebut menurun dibandingkan kinerja perdagangan pada Januari 2026 sebesar Rp 37,29 triliun, yang meliputi transaksi spot Rp 29,28 triliun dan transaksi derivatif Rp 8,01 triliun. Begitu pula dengan angka kapitalisasi pasar, tercatat pada Februari 2026 sebesar Rp 23,59 triliun, turun sekitar 14 persen dari bulan sebelumnya sebesar Rp 27,35 triliun.
“Jadi, kita ingin mengawal pertumbuhannya, dan juga harapan masyarakat terhadap potensi serta kontribusinya pada investasi dan pembangunan di Indonesia,” ujar Adi.
sumber : Antara
.png)
2 hours ago
1

















































