REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemanfaatan drone di Indonesia mulai meluas dari kebutuhan pemetaan dan dokumentasi ke pekerjaan industri, pertanian, hingga pertahanan. Perkembangan tersebut mendorong pelaku industri mengembangkan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan fungsi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan operasional.
Frogs Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi drone untuk sejumlah sektor tersebut. Portofolionya mencakup Nakula Series untuk pekerjaan pembersihan gedung dan pemeliharaan aset, Sekar Agri untuk pertanian, serta Palapa S1 untuk surveillance dan pemetaan.
Nakula Series dikembangkan dengan sistem pembersihan yang memiliki kemampuan pompa hingga 10 liter per menit. Drone tersebut juga dilengkapi sensor LiDAR 360 derajat dan terrain radar untuk membantu pengoperasian di sekitar objek dan permukaan bangunan.
Chief Technology Frogs Indonesia Rahman mengatakan pengembangan teknologi tersebut mengadaptasi teknologi drone cleaning yang telah digunakan di sejumlah negara dengan menyesuaikannya terhadap kondisi operasional di Indonesia.
“Teknologi drone cleaning sebenarnya sudah mulai diterapkan di beberapa negara. Kami melihat teknologi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia, terutama dari sisi desain, sistem cleaning, serta kondisi operasional di lapangan,” jelas Rahman dalam keterangan, Kamis (13/8/2026).
Selain kebutuhan industri, pengembangan UAV juga mencakup sektor pertahanan. Frogs Indonesia mengembangkan sejumlah lini UAV untuk kebutuhan pertahanan, termasuk mortar dropper, kamikaze drone, dan interceptor drone.
CEO Frogs Indonesia Adhitya Chandra mengatakan pengembangan UAV tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan terbang, tetapi juga fungsi spesifik yang dapat digunakan sesuai kebutuhan pengguna.
“Kami ingin teknologi drone yang dikembangkan Frogs Indonesia tidak berhenti pada kemampuan terbang, tetapi memiliki fungsi yang benar-benar dapat menjawab kebutuhan di lapangan. Termasuk di sektor pertahanan, kami melihat ada peluang besar untuk terus mengembangkan teknologi UAV yang dapat mendukung kebutuhan nasional,” ujar Adhitya.
Perluasan fungsi tersebut menunjukkan semakin beragamnya kebutuhan terhadap teknologi UAV. Selain untuk pekerjaan yang membutuhkan akses ke area sulit atau berisiko, drone juga mulai digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian, pemetaan, pengawasan, hingga kebutuhan industri.
Berbagai teknologi tersebut ditampilkan dalam Indonesia Drone Expo (IDE) 2026 yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta. Pameran mengusung tema “Unleashing the Power of Intelligent Aerial Systems”.
IDE 2026 mempertemukan pelaku industri untuk menampilkan perkembangan teknologi drone dan UAV serta pemanfaatannya di sejumlah sektor, mulai dari industri, pertanian, logistik, surveillance, pemetaan, hingga pertahanan.
Meluasnya penggunaan UAV membuat perkembangan industri drone tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan terbang, tetapi juga kemampuan teknologi tersebut menyelesaikan pekerjaan spesifik dengan lebih aman, efisien, dan sesuai kebutuhan masing-masing sektor.
.png)
12 hours ago
10

















































