People cross the main street in Jakarta, Indonesia, 18 October 2023. The International Monetary Fund (IMF) maintains its growth forecast for the Asia and Pacific region in 2023 at 4.6 percent, with growth in the region expected to moderate to 4.2 percent in the year 2024. According to the IMF, Indonesia will have 5 percent growth in 2023 and in 2024. Indonesian inflation has been brought under control by action by the central bank in raising interest rates.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah China sepakat dengan laporan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang menyebut konflik di Timur Tengah memicu krisis ekonomi global dan mengancam keamanan energi. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva sebelumnya mengatakan konflik di Timur Tengah telah menyebabkan kesulitan besar di seluruh dunia.
“Laporan IMF sekali lagi membuktikan bahwa perang tersebut tidak hanya menyebabkan banyak korban dan kerugian, tetapi juga dampak buruk yang parah, menghambat pertumbuhan ekonomi global dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah perang yang seharusnya tidak terjadi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (15/4).
Salah satu dampak negatif utama adalah guncangan terhadap pasokan global, yang menyebabkan berkurangnya distribusi minyak sebesar 13 persen dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) sebesar 20 persen per hari.
“Komunitas internasional, khususnya negara-negara kurang berkembang, juga tidak seharusnya menanggung bebannya,” tegas Guo Jiakun.
Menurut Guo Jiakun, prioritas utama saat ini adalah mencegah terjadinya kembali pertempuran, melanjutkan lalu lintas melalui Selat Hormuz, serta memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk sesegera mungkin.
“Hal itu perlu dilakukan demi mencegah perang yang berdampak lebih besar pada ekonomi global dan keamanan energi atau bahkan krisis kemanusiaan,” tambahnya.
IMF menyebut gangguan pasokan diperkirakan akan menyebabkan penutupan kilang serta memicu krisis bahan bakar dan pangan.
“Sebagai peringatan, karena ini adalah guncangan negatif terhadap pasokan, maka penyesuaian permintaan tidak dapat dihindari,” ujar Georgieva.
Selain itu, menurut perhitungan IMF, kenaikan harga minyak sebesar 10 persen dalam jangka panjang dapat meningkatkan inflasi global sebesar 40 basis poin dan menurunkan output global sebesar 0,1 hingga 0,2 persen.
sumber : ANTARA
.png)
7 hours ago
4















































