REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia Fashion & Aesthetics (IFA) memperluas jangkauan kolaborasinya ke daerah melalui IFA Archipelago. Kalimantan Selatan dipilih sebagai lokasi perdana penyelenggaraan ajang tersebut yang digelar di Ballroom Grand Maya by Artotel, Banjarbaru, pada 11 Agustus 2026.
IFA Archipelago dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan pelaku industri fashion dan kecantikan-estetika dengan potensi kreatif di berbagai daerah. Ajang ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal, termasuk wastra Sasirangan, ke panggung yang lebih luas.
Founder dan CEO IFA Dian Komalasary mengatakan, setiap daerah memiliki kekuatan budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi yang layak mendapatkan panggung berskala nasional. “Antusiasme tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan sebuah platform yang menampilkan karya terbaik anak bangsa sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Dian, dikutip dari siaran pers, Kamis (20/8/2026).
IFA sebelumnya pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada 2024 dengan menghadirkan rangkaian fashion show, exhibition, dan awarding. Mulai tahun ini, IFA memperluas jangkauan melalui IFA Archipelago yang direncanakan menjadi agenda tahunan menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Banjarbaru menjadi kota pertama yang dipilih dalam rangkaian tersebut. Penyelenggaraan di Kalimantan Selatan juga menjadi upaya IFA mendukung pertumbuhan industri kreatif daerah sekaligus mengangkat Sasirangan melalui interpretasi desainer lokal dan nasional dalam gaya yang lebih modern.
Selain fashion, IFA Archipelago turut menyoroti perkembangan sektor kecantikan-estetika di Kalimantan Selatan yang tumbuh seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap beauty, wellness, dan lifestyle. Ajang tersebut mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem kreatif, mulai dari desainer, pelaku industri estetika, klinik kecantikan, brand skincare, wellness, hingga profesional kreatif.
Fashion show IFA Archipelago Kalimantan Selatan menghadirkan koleksi modest fashion dari sejumlah desainer dan brand. VIVIZUBEDI, Si.Se.Sa, dan Ayu Dyah Andari tampil dalam opening ceremony. Peragaan kemudian dilanjutkan dengan koleksi dari Lia Soraya, Donna Prive, Arabellescarf, Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Khanaan, Motif Hawa, dan Buttonscarves.
Kehadiran para desainer dan brand tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan perkembangan fashion kontemporer.
IFA Archipelago tidak hanya menghadirkan fashion show dan exhibition, tetapi juga program edukasi untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri. Salah satunya melalui workshop “Personal Branding” bersama Okky Asokawati yang berlangsung pada 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 perempuan yang memiliki semangat untuk berkembang dan berkarya.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen IFA membangun ekosistem industri kreatif yang tidak hanya berorientasi pada karya dan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Rangkaian IFA Archipelago Kalimantan Selatan turut diisi dengan IFA Archipelago Award 2026. Penghargaan diberikan kepada pelaku usaha dan profesional yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan fashion, kecantikan-estetika, dan industri kreatif di daerah.
Ke depan, IFA Archipelago ditargetkan hadir di lebih banyak provinsi dan kota di Indonesia. Melalui kolaborasi lintas sektor, ajang tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi lahirnya inovasi, talenta, dan peluang baru sekaligus memperkuat daya saing industri fashion dan kecantikan-estetika Indonesia.
.png)
7 hours ago
5















































