Orang-orang berkumpul di lokasi serangan udara Israel di lingkungan Corniche el-Mazraa di Beirut, Lebanon 08 April 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Hizbullah meluncurkan gelombang pertama serangan roketnya ke arah Israel, dalam serangan pertama yang dilancarkan sejak diumumkannya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Serangan perlawanan ini dilakukan setelah hari yang penuh kekerasan di Lebanon, dan setelah sekitar sembilan jam keadaan tenang.
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, dilansir Aljazeera, Kamis (9/4/2026) melaporkan pada dini hari Kamis ini bahwa sebuah roket yang diluncurkan dari wilayah Lebanon ke arah wilayah Galilea Atas di utara Israel telah berhasil dicegat.
Front Dalam Negeri Israel mengumumkan bahwa sirene peringatan berbunyi di kota-kota Al-Manara dan Margiliot dekat perbatasan Lebanon, di tengah kekhawatiran akan jatuhnya pecahan roket di wilayah sasaran.
Saluran 15 Israel mengutip pernyataan militer bahwa roket diluncurkan dari Lebanon ke arah utara Israel, sekitar sembilan jam setelah situasi tenang di front utara.
Hizbullah tidak lama kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, dengan mengumumkan—dalam pernyataan resmi—bahwa mereka bertanggung jawab atas peluncuran roket tersebut, dalam serangan pertama yang dilancarkan sejak perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Kamis dini hari pukul 02.30, partai tersebut menjelaskan bahwa pejuang Perlawanan Islam menargetkan pemukiman Al-Manara dengan serangan roket pada pukul tersebut.
Hizbullah menegaskan serangan ini merupakan balasan atas pelanggaran musuh terhadap perjanjian gencatan senjata.
Hal ini merujuk pada puluhan serangan udara Israel yang brutal terhadap Lebanon pada Rabu kemarin, sambil mengancam bahwa balasan ini akan terus berlanjut hingga agresi Israel-Amerika terhadap negara dan rakyat kami berhenti.
.png)
2 hours ago
2
















































