Suasana Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi usai puncak musim haji, Jumat (12/6/2026). Saat ini, jamaah haji Indonesia gelombang kedua berada di Madinah sebelum bertolak ke Tanah Air.
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Gubernur Madinah Pangeran Salman bin Sultan bin Abdulaziz, menegaskan pentingnya posisi Arab Saudi sebagai negara yang memiliki kedudukan keagamaan utama. Hal ini mengingat wilayahnya menjadi kiblat umat Islam sekaligus tempat lahirnya agama Islam.
Menurutnya, Kerajaan juga berperan sebagai otoritas keagamaan yang dipercaya umat Islam di seluruh dunia.
Hal itu disampaikan Pangeran Salman dalam pertemuan ilmiah yang digelar cabang Madinah dari Presidensi Umum Riset Islam dan Ifta. Pertemuan ini dihadiri sejumlah ulama.
Ia mengatakan, fatwa yang dikeluarkan para ulama Arab Saudi berlandaskan Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Fatwa tersebut juga mengedepankan pendekatan yang moderat dan seimbang sehingga dapat membantu memperkuat persatuan umat Islam.
Pangeran Salman menyoroti pentingnya peran cabang Presidensi Umum Riset Islam dan Ifta di Madinah, mengingat kedudukan kota tersebut yang sangat penting dalam agama Islam. Lembaga itu memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan hukum-hukum syariah serta menjawab berbagai pertanyaan mengenai fatwa melalui ulama yang memiliki keahlian dan kompetensi tinggi.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya presidensi dalam menyebarluaskan pengetahuan Islam, meningkatkan pemahaman umat terhadap agama mereka, serta memperkuat peran fatwa kelembagaan yang tepercaya.
Upaya tersebut dinilai semakin penting di Madinah yang sepanjang tahun menerima para pengunjung dari berbagai penjuru dunia yang datang ke Masjid Nabawi.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Arab Saudi dalam memberikan pelayanan kepada dua masjid suci, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, beserta para pengunjungnya, sekaligus mendorong nilai-nilai moderasi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama.
Sumber:
.png)
8 hours ago
7














































