Gubernur KDM dorong pasangan usia muda prioritaskan kepemilikan hunian.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong pasangan generasi muda untuk lebih mengutamakan kepemilikan hunian daripada mengeluarkan biaya besar untuk seremoni pernikahan. Hal ini disampaikan Dedi di Bandung, Senin, sebagai upaya membangun stabilitas ekonomi rumah tangga jangka panjang.
Dedi menegaskan bahwa memiliki tempat tinggal yang layak lebih penting daripada menghabiskan biaya untuk pesta pernikahan yang hanya berlangsung semalam. "Menjadi raja semalam di pelaminan tidak sebanding dengan kepastian memiliki tempat tinggal," ujarnya.
Ia mengkritisi fenomena pasangan muda yang membelanjakan dana besar untuk pesta yang kerap menimbulkan beban finansial, bahkan mendorong penggunaan jasa "bank emok", yang dapat memicu tekanan ekonomi dan psikologis setelah pernikahan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendukung kebijakan penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya generasi muda, guna memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Dedi juga menekankan perlunya perubahan orientasi dalam memulai rumah tangga dengan mengalihkan dana pernikahan ke kebutuhan yang lebih produktif seperti uang muka perumahan.
"Untuk urusan perumahan, saya mengajak Gen Z yang mau menikah agar tidak perlu menggelar pesta besar atau seserahan dengan dana pinjaman, apalagi dari ‘bank emok’," jelasnya.
Dedi juga mengimbau generasi muda agar tidak ragu melaksanakan akad nikah secara sederhana, seperti di Kantor Urusan Agama (KUA), sebagai langkah untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga baru. "Lebih baik akad sederhana di KUA, lalu langsung menempati rumah sendiri meski masih mencicil," tambahnya.
Dengan memiliki aset properti sejak dini, meskipun melalui skema cicilan yang terukur, Dedi yakin hal ini akan membantu menciptakan stabilitas finansial yang lebih baik di masa depan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang mengedepankan gengsi seperti penggunaan pengawalan atau dekorasi berlebihan jika dibiayai dari utang. "Ketahanan keluarga dimulai dari fondasi ekonomi yang sehat dan rumah yang layak," tutupnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
3 hours ago
1
















































