REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mendorong transformasi layanan digital di berbagai sektor. Grab, yang dikenal sebagai perusahaan superapp, memperkenalkan berbagai inovasi berbasis AI yang dirancang untuk mempermudah aktivitas harian pengguna sekaligus mendukung pengembangan usaha para mitranya.
Dalam ajang GrabX 2026, Grab mengumumkan peluncuran 13 fitur baru berbasis AI yang akan memperkuat peran aplikasi tersebut sebagai superapp sekaligus panduan cerdas dalam kehidupan sehari-hari (intelligent everyday guide) bagi masyarakat di Asia Tenggara.
Chief Product Officer Grab Philipp Kandal menjelaskan, berbagai inovasi tersebut dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai aktivitas harian dengan lebih praktis melalui dukungan teknologi AI.
Ia mengatakan, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari konsumen yang membutuhkan rekomendasi layanan, pelaku usaha yang ingin memantau operasional bisnis, hingga mitra pengemudi yang membutuhkan panduan berkendara secara efisien.
“Sebagai pengembang produk, saya percaya AI seharusnya bekerja paling keras bagi mereka yang paling membutuhkannya. Kami ingin aplikasi Grab menjadi panduan harian yang membantu menangani berbagai tugas manual sehingga pengguna dapat lebih fokus menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Philipp.
Berbagai inovasi yang diperkenalkan tersebut mencakup layanan untuk kehidupan sehari-hari, pengalaman perjalanan, hingga pemberdayaan usaha. Seluruh fitur ini didukung oleh Grab Intelligence Layer, yaitu infrastruktur AI yang dikembangkan dari analisis data miliaran perjalanan dan pesanan di platform Grab.
Permudah aktivitas harian pengguna
Sejumlah fitur baru difokuskan untuk membantu pengguna menjalani aktivitas harian di kota dengan lebih mudah. Salah satunya adalah Group Ride, yang memungkinkan hingga empat orang berbagi perjalanan dalam satu kendaraan dengan pembagian ongkos otomatis berdasarkan jarak dan waktu tempuh. Fitur ini telah tersedia di Indonesia bersama beberapa negara lain di Asia Tenggara.
Grab juga menghadirkan GrabMaps for Consumers, yaitu sistem peta berbasis AI yang membantu pengguna menentukan waktu keberangkatan, rute perjalanan, hingga fasilitas yang tersedia di sekitar tujuan, seperti area parkir maupun stasiun pengisian kendaraan listrik.
Selain itu, terdapat fitur Grab More yang memungkinkan pengguna memesan makanan dari beberapa restoran yang berdekatan dalam satu pengantaran tanpa tambahan biaya kirim. Fitur ini juga sudah tersedia bagi pengguna di Indonesia.
Untuk pengalaman yang lebih personal, Grab juga mengembangkan Grab AI Assistant, yaitu asisten digital yang dapat membantu pengguna merencanakan kegiatan, mencari rekomendasi makanan, hingga menyusun daftar belanja. Fitur ini saat ini telah tersedia di Singapura dan direncanakan hadir di Indonesia pada akhir 2026.
Grab juga memperluas layanannya untuk mendukung kebutuhan perjalanan pengguna, termasuk wisatawan yang bepergian di kawasan Asia Tenggara.
Fitur Personalised Travel Experience akan membantu pengguna mempersiapkan perjalanan mulai dari pengingat dokumen perjalanan, informasi bandara, hingga panduan navigasi setelah tiba di destinasi. Fitur ini direncanakan hadir di Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini.
Selain itu, Grab menghadirkan Discover by Grab, yaitu platform rekomendasi kuliner berbasis komunitas yang menampilkan berbagai tempat makan populer di suatu kota. Pengguna dapat langsung memesan makanan, melakukan reservasi restoran, hingga memesan perjalanan menuju lokasi tersebut melalui aplikasi.
Grab juga memperkenalkan layanan pemesanan hotel GrabStays yang saat ini pertama kali diluncurkan di Singapura dan akan diperluas ke beberapa negara lain di Asia Tenggara secara bertahap.
Untuk mempermudah transaksi lintas negara, Grab turut mengembangkan GrabPay for Travel, yang memungkinkan pengguna membayar menggunakan kartu debit atau kredit melalui pemindaian kode QR di berbagai merchant di kawasan Asia Tenggara.
Bantu mitra usaha dan pengemudi
Inovasi AI juga ditujukan untuk membantu para mitra usaha dan mitra pengemudi dalam mengembangkan bisnis mereka.
Grab memperkenalkan Virtual Store Manager, teknologi berbasis computer vision yang memanfaatkan kamera toko untuk memantau operasional bisnis, termasuk kondisi kebersihan, jumlah pelanggan, hingga antrean pengunjung.
Sementara itu, fitur Cloud Printer yang sudah tersedia di Indonesia memungkinkan pesanan dari aplikasi Grab dicetak secara otomatis di dapur restoran, sehingga membantu mempercepat proses pengolahan makanan.
Grab juga mengembangkan Tap to Pay, yang memungkinkan ponsel mitra merchant berfungsi sebagai alat pembayaran tanpa kontak untuk menerima transaksi kartu atau kode QR.
Bagi mitra pengemudi, Grab menghadirkan Driver AI Assistant, yaitu asisten digital yang dapat memberikan panduan secara real time terkait navigasi, kebijakan platform, maupun berbagai aktivitas operasional selama bekerja.
Grab menyatakan berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus mengembangkan teknologi yang mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat sekaligus membantu mitra usaha memanfaatkan peluang di era ekonomi digital.
.png)
8 hours ago
3

















































