Gerd pada Bayi Bisa Berlanjut Hingga Dewasa, Jangan Diabaikan

4 hours ago 3

Dokter memeriksa seorang anak sebelum disuntik vaksin campak di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Dokter menyebut GERD pada bayi dapat berlanjut hingga dewasa apabila tidak ditata laksana atau ditangani dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- GERD pada bayi merupakan kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan yang dapat menyebabkan bayi sering gumoh atau muntah. Gumoh sebetulnya adalah hal normal, namun jika bayi terus-menerus muntah setelah menyusu atau makan, apalagi disertai ketidaknyamanan, kondisi tersebut bisa menjadi tanda GERD pada bayi.

Dokter spesialis anak konsultan gastroenterohepatologi, dr Sri Kesuma Astuti, mengatakan GERD pada bayi dapat berlanjut hingga dewasa apabila tidak ditata laksana atau ditangani dengan baik. Meski demikian, kondisi ini tidak bersifat diturunkan secara genetik.

"Jadi apakah GERD pada bayi bisa berlanjut hingga dewasa? Bisa, jika tidak ditata laksana dengan baik. Tapi kalau diturunkan begitu ya, itu tidak bisa," kata dr Sri dalam webinar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dipantau di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Ia mengimbau agar orang tua tidak menyepelekan GERD pada bayi karena itu dapat berdampak pada pertumbuhan. Menurut dr Sri, GERD dapat menyebabkan kesulitan kenaikan berat badan. Hal ini karena iritasi pada kerongkongan bagian dalam yang disebut esofagitis, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada bayi.

Akibat nyeri tersebut, bayi dapat mengalami penolakan untuk makan atau menyusu. Padahal, bayi sehat seharusnya tidak menolak menyusu. "Bayi itu alamiahnya tidak akan menolak menyusu. Jadi saat bayi menolak menyusu adalah alarm bahwa ada sesuatu yang tidak benar terjadi pada tubuhnya," jelas dr Sri.

la menjelaskan terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya GERD pada bayi maupun anak. Pada bayi, risiko lebih tinggi ditemukan pada bayi prematur dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.

Sementara itu, pada anak-anak, beberapa kondisi medis tertentu juga meningkatkan risiko GERD seperti cerebral palsy, terutama pada pasien dengan GMFCS tipe 4-5 yang hanya bisa berbaring. Kondisi ini membuat anak lebih rentan mengalami gangguan refluks.

"Pada bayi dan anak dengan kondisi tertentu seperti yang saya sebutkan tadi, itu lebih berisiko tinggi mengalami GERD dibandingkan bayi atau anak yang sehat," kata dr Sri.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |