Gelombang Panas Melanda, Roma Pakai Teknologi Ini untuk Pantau Lansia

3 weeks ago 47

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Pemerintah Kota Roma memanfaatkan teknologi untuk melindungi warga lanjut usia (lansia) selama musim panas yang disertai gelombang panas di Eropa. Melalui gelang elektronik, petugas dapat memantau kondisi kesehatan lansia dan merespons lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat.

Program tersebut didukung pendanaan pemulihan pascapandemi Covid-19 dari Uni Eropa dan mulai dijalankan sejak tahun lalu.

Hingga kini sekitar 700 lansia telah memanfaatkan layanan tersebut. Salah satunya adalah Dina Gazzella (85 tahun), yang tinggal seorang diri sejak suaminya meninggal pada 2023. Gelang elektronik yang dikenakannya mampu memantau detak jantung, pola tidur, hingga pergerakan tubuh untuk mendeteksi kondisi darurat seperti terjatuh.

Perangkat tersebut juga dilengkapi sistem peringatan yang memungkinkan pekerja sosial segera memberikan bantuan apabila terjadi gangguan kesehatan. “Jika saya merasa tidak sehat, alat ini menyelamatkan nyawa,” kata Gazzella.

Psikolog klinis Piera Pomente mengatakan, teknologi tersebut sangat membantu melindungi lansia selama suhu udara meningkat. “Gelang ini sangat penting bagi para lansia di periode panas ini, terutama karena tekanan darah mereka turun, detak jantung mereka lebih lambat dari normal, mereka benar-benar menderita,” ujar Pomente.

Selain memantau kondisi fisik, tim pekerja sosial juga menghubungi para lansia setiap hari untuk memastikan mereka mengonsumsi obat, mampu menghadapi cuaca panas, atau sekadar menemani mereka berbincang agar tidak merasa kesepian.

“Ini untuk membantu mereka berbagi cerita tentang hari mereka, emosi mereka, dan panas berlebih,” kata Pomente.

Meski diberikan secara gratis, tidak semua lansia bersedia menggunakan gelang tersebut. Sebagian khawatir perangkat itu melanggar privasi mereka. Dari sekitar 70 orang yang semula mendaftar di salah satu apotek, hanya 45 orang yang akhirnya tetap menggunakan layanan tersebut.

Pomente menegaskan gelang itu tidak berfungsi sebagai alat pengawas melalui kamera, melainkan hanya memantau indikator kesehatan dan mengirimkan notifikasi apabila terjadi kondisi darurat.

Menurutnya, pada tahun lalu sistem tersebut telah membantu menangani dua keadaan darurat, yakni seorang lansia yang terjatuh di jalan dan pengguna kursi roda yang terjatuh di rumah. Notifikasi dari gelang memungkinkan keluarga maupun petugas segera memberikan pertolongan.

Gelombang panas melanda sebagian besar negara Eropa dalam beberapa pekan terakhir dengan suhu di sejumlah wilayah melampaui 40 derajat Celsius. Jerman, Denmark, Republik Ceko, Swiss, Prancis, dan Inggris juga melaporkan rekor suhu tinggi.

Para ilmuwan menyebut gelombang panas ekstrem tersebut hampir tidak mungkin terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

“Cuaca panas ini bukan cuaca musim panas yang menyenangkan. Ini adalah krisis kesehatan,” kata anggota parlemen federal Jerman Katrin Goering-Eckardt.

sumber : Reuters

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |