Pangkalan Militer Al Udeid di di dekat Doha, Qatar. Inilah pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Timur Tengah.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran kembali melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk. Ini sebagai balasan atas serangan besar-besaran AS ke Iran yang melanggar MoU gencatan senjata sementara yang sebelumnya diteken kedua negara.
Kementerian Dalam Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa jatuhan puing akibat operasi intersepsi telah melukai tiga orang, termasuk seorang anak-anak. "Para korban luka sedang mendapatkan perawatan yang diperlukan," demikian bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Aljazirah melaporkan, Kementerian itu menyatakan bahwa menyusul serangan Iran, aparat keamanan dan tim pertahanan sipil telah memulai prosedur penanganan sesuai dengan rencana darurat yang telah disetujui.
Qatar mengatakan pihaknya mempunyai hak untuk “merespons” setelah serangkaian serangan rudal oleh Iran terhadap negara Teluk tersebut, yang menjadi tuan rumah penempatan besar-besaran personel militer AS di pangkalan udara Al Udeid.
Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan pihaknya menegaskan “kelanjutan agresi ini merupakan eskalasi berbahaya yang akan mempersulit upaya yang bertujuan untuk menahan ketegangan [dan] melemahkan upaya politik dan diplomatik yang bertujuan untuk mencapai keamanan dan stabilitas”.
“[Qatar] menganggap Republik Islam Iran sepenuhnya bertanggung jawab secara hukum atas agresi ini dan semua dampak serta konsekuensinya,” kata Qatar dalam sebuah pernyataan. Serangan tersebut merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah” negara tersebut dan “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional”, tambahnya.
Serangan Iran juga menyasar pangkalan militer AS di Bahrain, Jordan, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Uni Emirat Arab menyatakan bahwa "sistem pemantauan dan pelacakan beroperasi dengan efisiensi tinggi sepanjang waktu dan dalam tingkat kesiagaan tertinggi" setelah Iran melancarkan serangan di berbagai wilayah Timur Tengah.
Kementerian Pertahanan menyatakan melalui platform X bahwa "ancaman rudal yang terdeteksi pagi ini berada di luar perbatasan negara".
Setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada bulan Februari, Garda Revolusi melancarkan serangan hebat ke UEA menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal. Namun, tidak ada serangan yang dilancarkan terhadap negara tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
.png)
6 hours ago
5














































