Dinsos Mataram siapkan konsep pembentukan taman anak sejahtera.
REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM, – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengumumkan rencana untuk merealisasikan Taman Anak Sejahtera (TAS) pada tahun 2026. Program ini bertujuan sebagai pusat penguatan dan penitipan anak yang representatif, terutama untuk membantu masyarakat kurang mampu dan orang tua yang bekerja.
Kepala Dinsos Kota Mataram, Muzakir Walad, menjelaskan bahwa program TAS, yang merupakan salah satu program prioritas Kementerian Sosial RI, akan berlokasi di bekas gedung Kantor Dinas Sosial di Jalan RA Kartini Monjok, Mataram. Lokasi ini dipilih karena dianggap strategis dan memadai untuk berbagai fungsi pelayanan sosial.
Gedung tersebut, lanjut Muzakir, akan didesain untuk mengoptimalkan fungsi sebagai panti sosial termasuk gudang logistik dapur umum dan yang utama adalah Program TAS. Fasilitas TAS akan mencakup taman bermain, ruang ramah anak, ruang edukasi, bimbingan kesehatan, serta fasilitas ramah disabilitas seperti toilet khusus difabel. Anak-anak yang dititipkan juga akan mendapatkan jatah makan.
Dalam operasionalnya, Dinsos akan melibatkan tenaga ahli dan tenaga pengasuhan yang kompeten, didampingi psikiater. Skema operasional akan menerapkan subsidi silang untuk menjadikan TAS sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru. Untuk masyarakat miskin, layanan TAS diberikan gratis, sementara orang tua dari kalangan mampu akan dikenakan biaya.
Program ini diharapkan menjadi yang pertama dikelola langsung oleh instansi pemerintah di tingkat kabupaten/kota di NTB. Dinsos terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk kementerian dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram, untuk pemenuhan anggaran dan sumber daya manusia. "Semoga target kami tahun ini tercapai, agar anak-anak bisa tinggal di tempat aman dan orang tua bisa bekerja dengan nyaman," ujar Muzakir.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
4 hours ago
1

















































