Di Halal Bi Halal, Said Singgung Keselarasan PDIP Jatim dan NU Hingga Islam Wasathiyah

11 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA— Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, memberikan pesan yang berisi tentang ibadah sosial saat Halal Bi Halal PDIP Jatim pada Ahad (12/4/2026).

Pertama tentang jati diri kita di Jawa Timur, siapa kita, apa masalah kita bersama, dan bagaimana elan perjuangan ke depan. Kedua, tentang wajah dunia yang makin dipenuhi kepalsuan, padahal Syawal itu pesan ketulusan dan kejujuran, serta bagaimana kita harus bersikap

Dia menjelaskan, Jawa Timur ini basisnya Ijo-Abang (hijau-merah), santri dan abangan, santri cerminan dari kekuatan Nahdlatul Ulama (NU), abang menandakan kekuatan nasional, PDI Perjuangan. “Keduanya menjadi akar politik hingga ke kampung kampung di Jawa Timur,” tutur dia.

Tetapi pembelahan sosial yang digambarkan Clifort Geerzt sejak era 50 an ini kini semakin melebur. Di berbagai survei nasional, pemilih yang mengaku NU ternyata suaranya terbanyak disalurkan suaranya ke PDI Perjuangan.

“Oleh sebab itu, PDI Perjuangan, apalagi di Jawa Timur tidak akan meninggalkan NU,” tutur dia.

Dia menyebut, santri dan abangan ini hanya beda sehelai bulu saja, yang satu rajin sholat, yang satu kurang rajin sholat.

Tetapi nasibnya sama, sama sama miskin, sama sama mayoritas yang terbelakang dari sisi pendidikan, sama sama susah mendapatkan pekerjaan yang layak, pokoknya sama sama kisah sedih isinya. “Banyak kesamaannya, minim perbedaanya,” kata dia.

Said mengatakan, tugas sosial pengurus NU memberdayakan warga NU, tugas politik PDI Perjuangan memperjuangkan kebijakan di pemerintahan daerah, DPRD hingga pusat menyejahterakan warga NU, dan rakyat Jawa Timur keseluruhan.

Menurut dia, NU dan PDI Perjuangan memiliki cita cita ideologis yang sama. Nilai nilai Ke NU an, yakni kekuatan Islam yang senantiasa memedomani Islam Wasathiyah.

Yakni Islam moderat, yang menekankan prinsip pertengahan, adil, seimbang (tawazun), dan toleran (tasamuh) dalam segala dimensi kehidupan, menolak ekstremisme baik kiri maupun kanan.

Dia mengatakan, Islam Wasathiyah ini menjadi pedoman langkah langkah politik PDI Perjuangan. Pihaknya menolak Islam dihadirkan secara menakutkan, terutama dihadapan terhadap kelompok minoritas, padahal mereka saudara sebangsa sendiri. “Keislaman kita harus memayungi, memberi rahmat, dan kedamaian,” ujar dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |