Daftar Negara yang Terpukul Ekonominya Imbas Perang Timur Tengah, Ada RI?

7 hours ago 1

Perpanjangan perang Iran berisiko menciptakan krisis pasokan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Daftar Negara yang Terpukul Ekonominya Imbas Perang Timur Tengah, Ada RI? Foto: iNews Media Group.

Daftar Negara yang Terpukul Ekonominya Imbas Perang Timur Tengah, Ada RI? Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Perpanjangan perang Iran berisiko menciptakan krisis pasokan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana cepat atau lambat akan menghantam perekonomian global.

Beberapa negara lebih rentan terhadap dampak tersebut atau kurang mampu mengatasinya dibandingkan yang lain. 

Berikut beberapa ekonomi yang paling terdampak dari konflik Timur Tengah dilansir Reuters.

Ekonomi Besar G7

Perhatian pertama tertuju pada Eropa. Guncangan energi terbaru ini hampir sama dampaknya seperti saat invasi Rusia ke Ukraina empat tahun lalu. Peristiwa itu menyoroti secara jelas ketergantungan Eropa pada impor energi dan mendorong inflasi melonjak hingga dua digit.

Jerman 

Ekonomi yang sangat bergantung pada sektor industri ini memiliki lebih banyak yang dipertaruhkan jika biaya energi meningkat. Aktivitas sektor manufakturnya baru saja berhenti mengalami kontraksi untuk pertama kalinya sejak 2022. Sebagai negara pengekspor, Jerman juga sangat terpapar jika terjadi perlambatan ekonomi global.

Program stimulus besar yang diumumkan Jerman tahun lalu akan membantu meredam sebagian dampak tersebut, tetapi ruang untuk memberikan dukungan tambahan terbatas karena kekurangan anggaran dalam beberapa tahun ke depan.

Italia

Negara ini juga memiliki sektor manufaktur besar. Selain itu, minyak dan gas menyumbang salah satu porsi tertinggi dalam konsumsi energi primer di Eropa.

Inggris 

Produksi listriknya lebih bergantung pada pembangkit berbahan bakar gas dibandingkan ekonomi besar Eropa lainnya. Harga gas hampir selalu menjadi penentu harga listrik di negara tersebut, dan sejak perang dimulai, kenaikannya lebih cepat dibandingkan minyak.

Batas harga energi akan meredam dampak awal terhadap inflasi. Namun risikonya adalah kebijakan itu dapat memicu kenaikan suku bunga, sehingga Inggris berpotensi menghadapi biaya pinjaman tertinggi di G7 untuk waktu yang lebih lama, di tengah meningkatnya pengangguran. 

Tekanan anggaran dan pasar obligasi juga membatasi ruang pemerintah untuk membantu bisnis dan rumah tangga.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |