PTDI telah memproduksi berbagai pesawat dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang kompetitif.
![]()
Berpotensi Jadi Pasar Penerbangan Terbesar Keempat, Segini Tingkat Komponen Lokal Pesawat RI. Foto: iNews Media Group.
IDXChannel - Menteri Perindustrian (Menperin)
menyoroti prospek cerah pasar pesawat terbang global, di mana pesanan pesawat dunia mencapai rekor 15.700 unit pada 2024 menurut data McKinsey & Company. Di dalam negeri, data International Air Transport Association (IATA) memproyeksikan Indonesia akan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada 2030.
Hal ini didukung kapabilitas industri pesawat terbang nasional yang dimotori PT Dirgantara Indonesia (PTDI). PTDI telah memproduksi berbagai pesawat dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang kompetitif.
“Seperti N219 sebesar 44,69 persen, NC212i sebesar 42,15 persen, CN235 sebesar 38,74 persen, dan C295 sebesar 20,87 persen,”
ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).
Peningkatan armada juga berdampak langsung pada rantai pasok komponen dan industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
“Indonesia saat ini memiliki 12 perusahaan komponen pesawat di bawah naungan Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM), dengan 7 di antaranya telah tersertifikasi standar kedirgantaraan internasional (AS9100). Selain itu, terdapat 64 perusahaan MRO bersertifikat Aircraft Maintenance Organization (AMO) yang beroperasi di Indonesia,” kata dia.
Meski berpotensi besar, industri MRO tengah menghadapi tantangan akibat penurunan jumlah pesawat beroperasi menjadi 578 unit pada 2025, gangguan rantai pasok global, dan tingginya tekanan biaya operasional.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemenperin memberikan stimulus berupa insentif penurunan tarif bea masuk menjadi 0 persen atas suku cadang pesawat melalui Skema Khusus Bab 98.
.png)
4 hours ago
2















































