Bendungan Bulango Ulu Hampir Rampung, Ini Manfaatnya bagi Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bendungan menjadi salah satu infrastruktur penting untuk menjaga ketersediaan air, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mengurangi risiko banjir. Di Gorontalo, peran tersebut diharapkan akan diperkuat melalui Bendungan Bulango Ulu yang kini memasuki tahap akhir pembangunan.

PT Brantas Abipraya (Persero) mencatat progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, telah mencapai 94,99 persen. Setelah beroperasi, bendungan ini diproyeksikan mendukung ketahanan pangan, ketahanan air, pengendalian banjir, serta penyediaan energi baru terbarukan.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, Bendungan Bulango Ulu menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan air bagi sektor pertanian dan masyarakat di Gorontalo.

"Ini diproyeksikan menjadi infrastruktur penting dalam mendukung ketahanan pangan, ketahanan air, pengendalian banjir, serta penyediaan energi baru terbarukan di Gorontalo," ujar Dian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Bendungan Bulango Ulu memiliki kapasitas tampung sebesar 140,95 juta meter kubik dengan volume efektif 58,61 juta meter kubik. Infrastruktur ini akan mengairi sekitar 4.950 hektare lahan pertanian melalui Daerah Irigasi Alale, Lomaya, dan Pilohayanga.

Dengan dukungan pasokan air yang lebih stabil, petani diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air pada musim kemarau.

Selain mendukung sektor pertanian, bendungan ini juga akan menyediakan air baku sebesar 2,2 meter kubik per detik untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Pasokan air baku yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Fungsi bendungan tidak hanya terbatas pada penyediaan air. Kehadiran Bendungan Bulango Ulu juga diproyeksikan mampu mereduksi risiko banjir di wilayah hilir Sungai Bolango hingga lebih dari 80 persen. Pengendalian banjir dinilai penting untuk melindungi permukiman, lahan pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat dari potensi kerugian akibat bencana.

Di sektor energi, Bendungan Bulango Ulu akan mendukung pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 4,96 megawatt. Pemanfaatan aliran air sebagai sumber energi terbarukan dapat membantu penyediaan listrik yang lebih ramah lingkungan.

Kawasan genangan bendungan juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dan olahraga air. Pengembangan kawasan tersebut berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi baru yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dian mengatakan, percepatan penyelesaian Bendungan Bulango Ulu sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan air. Menurut dia, manfaat bendungan tidak hanya dirasakan saat proyek selesai dibangun, tetapi juga dalam jangka panjang melalui peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan air, pengurangan risiko banjir, dan pengembangan ekonomi daerah.

"Melalui percepatan penyelesaiannya, kami berharap bendungan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, mendukung energi baru terbarukan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Gorontalo," kata Dian.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |