Badan Geologi ESDM: Aktivitas Anak Krakatau Berpotensi Fluktuatif dan Meningkat

6 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan. Kondisi itu ditandai dengan erupsi yang berulang dan berlangsung secara menerus.

Peningkatan aktivitas tersebut menunjukkan masih adanya suplai magma dan gas di dalam tubuh gunung api. Meski erupsi terjadi berulang, situasi demikian tidak otomatis menandakan akan terjadi erupsi lebih besar.

"Gunung Krakatau saat ini memang meningkat dibandingkan periode sebelumnya, ditandai oleh erupsi yang berulang dan berlangsung secara menerus," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria dalam konferensi pers perkembangan erupsi Gunung Api Anak Krakatau, Ahad (6/9/2026).

Badan Geologi ESDM, lanjut dia, terus mengevaluasi perkembangan aktivitas Anak Krakatau berdasarkan seluruh data pemantauan. Evaluasi tersebut tidak hanya melihat jumlah atau tinggi kolom erupsi.

Aktivitas Anak Krakatau mulai kembali meningkat sejak Juli 2026. Pada 2 Juli 2026, status aktivitas gunung api tersebut dinaikkan dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga.

Aktivitas tertinggi tercatat pada 5 September 2026. Sehari sebelumnya, pada 4 September 2026 pukul 23.00 WIB, Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang disertai semburan lava atau lava fountain, suara gemuruh, dan dentuman.

"Jenis kegempaan tersebut menunjukkan pergerakan atau pelepasan fluida vulkanik dalam sistem gunung api," ujar Lana.

Dia menjelaskan aktivitas Anak Krakatau masih berpotensi berfluktuasi dan meningkat. Hal itu terlihat dari masih terekamnya gempa frekuensi rendah, gempa hybrid, gempa harmonik, dan tremor.

Lana menegaskan waktu, besar, dan bentuk erupsi berikutnya belum dapat dipastikan secara tepat. Karena itu, evaluasi dilakukan secara berkelanjutan dengan melihat perubahan seluruh parameter pemantauan.

Badan Geologi ESDM menghimbau masyarakat dan wisatawan tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, lava, lontaran batu pijar, hujan abu, serta menggunakan masker jika terdampak abu vulkanik.

Badan Geologi mengharapkan masyarakat mengikuti informasi resmi pemerintah. Sebaiknya, jangan ada yang terpancing isu mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dari sumber tidak dapat dipercaya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |