Warga Bojong Gede melihat debu beterbangan sehabis subuh.
Rep: Fitriyanto,Rizky Suryarandika,Fitriyanto,Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat rangkaian letusan yang terjadi sejak Jumat (4/9) malam tersebut terindikasi sebagai pancaran lava (lava fountain) dengan durasi gempa letusan mencapai 21.600 detik dan amplitudo maksimum 70 milimeter yang merupakan intensitas tertinggi sepanjang tahun 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau dikabarkan sudah mencapai sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor. Warga mulai menemukan debu yang diduga berasal dari aktivitas vulkanik itu menempel pada ubin rumah, dinding rumah dan kendaraan.
Warga Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor Kiki Nurjanah menceritakan melihat debu beterbangan sehabis subuh sekitar pukul 06.00 WIB. Kiki kaget karena debu itu tiba-tiba membuat langit mengebul.
Kiki semula tak mengetahui asal debu itu. Tapi setelah melihat pemberitaan, Kiki baru ingat terjadinya sebaran debu vulkanik Anak Krakatau.
"Pagi-pagi saya mau jemur pakaian kaget kok banyak debu terbang, oh ternyata ini yang katanya debu vulkanik Krakatau ya," kata Kiki kepada Republika, Ahad (6/9/2026).
Warga lainnya, Tati Tarwiyah juga kaget saat bangun di pagi hari lantai halaman rumahnya berdebu. Tati menyebut debu vulkanik itu cukup tebal menutupi lantainya.
"Tiba-tiba ubin halaman rumah kotor begitu berdebu. Padahal malamnya saya sudah nyapu," ujar Tati.
Atas kejadian ini, Kiki dan Tati memilih beraktivitas di rumah saja. Keduanya khawatir menghirup partikel debu vulkanik yang ukurannya begitu tipis.
"Jadi takut keluar rumah, saya di rumah aja deh hari ini takutnya batuk-batuk kalau kena debu," ucap Tati.
.png)
7 hours ago
5















































