Aksi risk-off di pasar saham Indonesia dinilai telah memicu sentimen berlebihan yang membuat harga sejumlah saham unggulan tertekan terlalu dalam.
![]()
Aksi Jual Berlebihan, BBCA hingga Sederet Blue Chip Dinilai Salah Harga. (Foto: Freepik)
IDXChannel – Aksi risk-off di pasar saham Indonesia dinilai telah memicu sentimen berlebihan yang membuat harga sejumlah saham unggulan tertekan terlalu dalam dari nilai wajarnya.
Dalam riset yang terbit pada 23 Februari 2026, Sucor Sekuritas menilai menyebut terjadi distorsi valuasi akibat sentimen ekstrem, menyusul peringatan dari MSCI terkait potensi penurunan peringkat Indonesia karena isu investability.
Sentimen negatif juga diperparah laporan mengenai potensi pengambilalihan tambang emas Martabe oleh pemerintah terkait dugaan kerusakan lingkungan.
Akibatnya, saham-saham berfundamental kuat ikut terseret. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu yang paling terpukul. Di level Rp7.200, harga saham BBCA telah turun 10 persen sejak awal tahun dan merosot 25 persen secara tahunan.
Menurut Sucor, pasar saat ini seolah-olah mengasumsikan terjadi erosi nilai intrinsik BBCA hingga seperempatnya. Rasio implied-to-explicit return on equity (ROE) terkompresi menjadi sekitar 1,4 kali, mencerminkan ekspektasi yang jauh lebih pesimistis dibandingkan kondisi fundamental perseroan.
.png)
4 hours ago
2













































