REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira memprediksi sekitar 70 persen dari total sekitar 570 jiwa lebih penduduknya bakal mudik ke kampung halamannya masing-masing di lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Sebab menurutnya, banyak penduduk Kota Cimahi yang berasal dari luar daerah.
"Persentase pemudik kurang lebih 70 persen warganya pulang kampung. Sesuai dengan sejarah perjalanan Cimahi, banyak kaum urban yang akhirnya bermukim di Cimahi. Ya, jadi nanti pada saat libur lebaran, Kota Cimahi pasti sepi," kata Adhitia usai gelar kesiapan Lebaran 2026, Senin (16/2026).
Pemkot Cimahi sendiri akan memberangkatkan sebanyak 720 pemudik secara gratis menggunakan 15 bus tahun ini dengan tujuan Semarang via Cirebon dan Cimahi menuju Solo via Yogyakarta. Adhitia mengimbau pemudik nantinya tidak membawa anggota keluarga baru, apalagi belum memiliki pekerjaan pasti.
Secara keseluruhan, lanjut dia, Pemkot Cimahi siap menghadapi arus mudik lebaran 2026. Seperti diketahui Kota Cimahi merupakan wilayah yang kerap dilewati pemudik khususnya yang menggunakan sepeda motor via Jalan Nasional Jenderal Amir Machmud dari berbagai daerah.
Kemudian dari Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur-Cipatat-Padalarang via Jalan Raya Cipatat-Padalarang-Cimahi menuju wilayah Priangan Timur dan sekitarnya serta dari arah Karawang-Purwakarta-Cikalongwetan-Padalarang-Cimahi menuju wilayah Priangan Timur juga.
"Kota Cimahi memiliki posisi geografis yang sangat strategis sebagai kota perlintasan di kawasan Bandung Raya. Arus kendaraan dari dan menuju berbagai wilayah di Jawa Barat akan melintasi koridor-koridor jalan di kota Cimahi," ujar Adhitia.
Dirinya menyebutkan, kesiapan personel dan sistem pengawasan lalu lintas menjadi hal yang mutlak. Apel gelar pasukan ini juga menjadi momen untuk memastikan kesiapan personel, sarana, serta prosedur operasional yang akan digunakan di lapangan.
"Kejelasan pembagian tugas harus dipastikan. Setiap personel harus memahami perannya masing-masing, baik dalam pengaturan lalu lintas, pengawasan terminal dan halte, maupun dalam pengujian kendaraan," ujarnya.
Adhitia juga mengingatkan agar pemetaan titik rawan kemacetan dilakukan secara cermat, khususnya di simpang-simpang utama, ruas jalan padat, serta wilayah perbatasan kota. Petugas di lapangan diharapkan mampu melakukan antisipasi dini serta rekayasa lalu lintas secara cepat dan terukur.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, kata dia, telah mempersiapkan dua titik pos pengamanan untuk mendukung pengaturan arus lalu lintas selama periode mudik dan libur Lebaran. Pos terpadu utama ditempatkan di Alun-alun Cimahi serta pos lainnya di kawasan Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum.
Armada penunjang seperti dua unit double cabin, satu unit single cabin, satu unit mobil derek, satu unit mobil derek operasional penerangan jalan umum, dan dua unit crane juga disiapkan untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran tahun ini.
"Saya tekankan kepada Dinas Perhubungan Kota Cimahi agar juga fokus tidak hanya kepada personil yang ditugaskan piket di pos terpadu saja, tapi kita harus antisipasi mengenai titik-titik kemacetan baru di Kota Cimahi yang diakibatkan oleh libur Lebaran," kata Adhitia.
.png)
6 hours ago
4














































