52 Persen Serangan Spam Judol Sasar Influencer Daerah, Ini Penjelasan Komdigi

11 hours ago 7

52 Persen Serangan Spam Judol Sasar Influencer Daerah, Ini Penjelasan Komdigi

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid (foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap akun influencer daerah menjadi sasaran utama penyebaran spam promosi judi online (judol) di media sosial. Berdasarkan data Komdigi, sebanyak 52% serangan komentar spam menyasar kreator konten lokal yang memiliki tingkat interaksi (engagement) tinggi dengan para pengikutnya.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengatakan, pola penyebaran spam judi online kini mengalami perubahan. Jika sebelumnya pelaku menyebarkan promosi secara acak, kini mereka lebih memilih akun-akun dengan engagement tinggi agar promosi dapat menjangkau lebih banyak pengguna.

"Target utama juga bergeser. Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak di-spam itu menyasar mereka yang memiliki engagement tinggi," kata Meutya usai audiensi dengan Meta Indonesia di Kantor Komdigi, Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan data Komdigi, sebanyak 52% serangan komentar spam menyasar influencer daerah. Sementara itu, 31% lainnya mengincar akun instansi pemerintah, 12% media massa, dan 5% tokoh publik maupun politisi.

Menurut Meutya, influencer daerah dinilai lebih efektif karena memiliki audiens yang sesuai dengan target pasar operator judi online.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri berita news lainnya

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |