Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran menuduh Presiden Trump membuat "pernyataan palsu" tentang diplomasi antar negara yang menghasilkan beberapa kapal untuk transit dengan aman di Selat Hormuz. Mereka mengklaim bahwa mereka masih memiliki kendali penuh atas jalur pelayaran penting tersebut dan kembali memberlakukan penutupan total.
Trump mengatakan Iran telah memberikan "hadiah" pada minggu ini dengan mengizinkan "delapan kapal besar berisi minyak" untuk transit di selat tersebut. Trump juga mengeklaim hal itu merupakan isyarat niat baik untuk menunjukkan kesediaan untuk bernegosiasi untuk mengakhiri perang.
“Halaman ini, menyusul pernyataan palsu presiden AS yang kapal korup yang mengklaim bahwa Selat Hormuz terbuka, tiga kapal kontainer dari berbagai negara bergerak menuju koridor yang ditentukan untuk lalu lintas resmi, namun ditolak setelah ada peringatan dari Angkatan Laut IRGC,” kata Korps Garda dalam sebuah unggahan di media sosial.
Dikatakan bahwa Angkatan Laut IRGC menegaskan kembali bahwa “Selat Hormuz ditutup dan lalu lintas apa pun yang melewatinya akan menghadapi respons yang parah,” dan bahwa “lintasan kapal apapun ‘ke dan dari’ pelabuhan milik sekutu dan pendukung musuh Zionis-Amerika, ke tujuan mana pun dan melalui koridor mana pun, dilarang.”
Pernyataan ini muncul setelah kabar bahwa Pakistan menyalahgunakan izin melintas delapan kapalnya di Selat Hormuz.
Kapal-kapal Pakistan yang diizinkan lewat disebut digunakan atau dikoordinasikan dengan cara yang pada akhirnya menguntungkan pihak AS. Secara bersamaan,, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa 10 kapal AS diizinkan melewati Hormuz sebagai “isyarat” yang menandakan kesediaan Teheran untuk menjaga saluran diplomatik tetap terbuka.
Kantor Berita Tasnim mengutip Garda Revolusi yang mengatakan kemarin bahwa "Tiga kapal kargo dari berbagai negara berusaha bergerak menuju jalur yang ditentukan di Selat Hormuz untuk kapal yang memiliki izin untuk melewatinya."
"Upaya kapal-kapal ini untuk menyeberang terjadi sebagai akibat dari kebohongan (Presiden AS Donald) Trump tentang pembukaan Selat Hormuz. Kapal-kapal yang mencoba melintasi selat itu ditolak setelah diperingatkan oleh Angkatan Laut Garda Revolusi."
.png)
10 hours ago
2

















































