Transmigrasi Fun Run Angkat Sport Tourism dan UMKM Lereng Merapi

15 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Transmigrasi Festival 2026 yang digelar di d'Kaliurang Camping Ground, Hargobinangun, Pakem, Sleman, tidak sekadar menghadirkan ajang olahraga. Melalui Transmigrasi Fun Run, kegiatan tersebut menggabungkan olahraga, pariwisata, promosi program transmigrasi, serta pemberdayaan UMKM di kawasan lereng Merapi.

Sebanyak 936 peserta tercatat mengikuti Transmigrasi Fun Run. Jumlah tersebut mendekati 1.000 peserta dan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, meskipun pada waktu yang sama terdapat sejumlah kegiatan lain di Yogyakarta, termasuk tiga event yang berlangsung di Sleman.

Antusiasme peserta semakin terasa dengan beragamnya penampilan dalam kegiatan tersebut. Sejumlah peserta mengikuti lomba dengan mengenakan kostum bernuansa karnaval, sehingga suasana fun run berlangsung meriah dan penuh warna.

Panitia juga menyediakan beragam hadiah menarik bagi peserta. Hadiah yang disiapkan antara lain sepeda listrik hingga sepeda motor Yamaha NMax, sehingga semakin menambah semangat peserta untuk mengikuti kegiatan hingga selesai.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman, Yudi Prihananta, mengatakan kegiatan tersebut digagas oleh Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Sleman di bawah Kementerian Transmigrasi dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kadin Sleman.

Menurut Yudi, salah satu tujuan utama kegiatan adalah mengembangkan sport tourism sekaligus memperkenalkan transformasi program transmigrasi kepada masyarakat.

"Tujuannya adalah support tourism, sekaligus mengenalkan program transmigrasi. Saat ini program transmigrasi sudah mengalami perubahan. Transmigrasi tidak lagi hanya berfokus pada mobilisasi masyarakat, tetapi juga bagaimana memperkenalkan produk-produk unggulan dari kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujar Yudi.

Ia menilai konsep tersebut dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai transmigrasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

"Melalui kegiatan seperti ini, program-program transmigrasi dapat lebih dikenal masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi," katanya.

Kepala BBPPMT Sleman, Tunggak Santosa, mengatakan penyelenggaraan Transmigrasi Fun Run juga diarahkan untuk mendukung kebangkitan pariwisata di kawasan Sleman Utara, khususnya Kaliurang.

Menurut Tunggak, kawasan Sleman Utara menghadapi persaingan dengan berbagai destinasi wisata di wilayah selatan, barat, maupun daerah lainnya. Karena itu, dibutuhkan kegiatan kreatif yang mampu mendatangkan wisatawan sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kami ingin bersama-sama mengembalikan kejayaan Kaliurang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sleman," ujar Tunggak.

Menurutnya, tingginya partisipasi dalam Transmigrasi Fun Run menjadi sinyal positif bagi pengembangan sport tourism di lereng Merapi.

Dengan peserta yang mencapai hampir 1.000 orang, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan keramaian di lokasi acara, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata.

Tunggak menambahkan, kegiatan tersebut sengaja menggandeng sejumlah pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan wisata.

UMKM diberikan ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada peserta maupun masyarakat yang hadir. Dengan demikian, keberadaan event olahraga diharapkan memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah, semuanya dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan respons positif dari masyarakat," kata Tunggak.

Menurutnya, perpaduan olahraga, pariwisata, dan UMKM menjadi salah satu kekuatan kegiatan. Event seperti Transmigrasi Fun Run dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi kawasan sekaligus mendorong masyarakat lokal mengambil manfaat dari meningkatnya kunjungan.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa turut menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran peserta dari luar Sleman memberikan peluang bagi promosi destinasi wisata di kawasan Kaliurang dan sekitarnya.

"Kami tentu senang Sleman menjadi salah satu tujuan wisata melalui kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan, selain olahraga, kegiatan ini juga mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Sleman," ujar Danang.

Ia mengatakan peserta tidak hanya berasal dari Sleman, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Sleman. Kehadiran mereka diharapkan tidak berhenti pada kegiatan lari, tetapi berlanjut dengan kunjungan ke berbagai destinasi wisata di kawasan Kaliurang dan sekitarnya.

"Ketika mereka datang ke sini untuk mengikuti kegiatan, tentu diharapkan mereka juga akan berkunjung ke berbagai destinasi wisata yang ada di kawasan Kaliurang dan sekitarnya," katanya.

Kehadiran hampir 1.000 peserta, kostum-kostum karnaval, beragam hadiah menarik mulai dari sepeda listrik hingga Yamaha NMax, serta keterlibatan UMKM membuat kegiatan berlangsung semarak.

Di lereng Merapi, olahraga tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah, menarik wisatawan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |