
Indonesia kembangkan vaksin mRNA untuk DBD. (Foto: Ari Sandita/Okezone)
JAKARTA – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa melalui strategis berskala global antara Kemenkes, Universitas Indonesia, Tsinghua University, dan dukungan penuh dari LPDP, Indonesia kini meluncurkan prototipe vaksin dengue berbasis teknologi mRNA.
"Ini kerja sama antara UI, Tsinghua, dan Etana, tiga institusi ini melakukan penelitian untuk vaksin dengue dengan teknologi terbaru, namanya teknologi mRNA. Mudah-mudahan kalau ini bisa selesai, bisa menjadi salah satu vaksin baru yang diproduksi di Indonesia," ujarnya pada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, Indonesia membutuhkan 15 antigen, yang mana saat ini baru 4 yang bisa diproduksi dari awal di Indonesia. Dengan begitu, saat vaksin itu selesai, itu akan menjadi antigen ke-16 dengan teknologi paling baru.
1. Penelitian Masih Tahap Awal
Menkes Budi menerangkan, LPDP menjadi pendonor dana sehingga peneliti Indonesia bisa bekerja sama dengan peneliti China pada vaksin berbasis teknologi mRNA. Penelitian tersebut masih baru dalam tahap awal dan belum masuk pada tahap clinical trial.
"Soal penyakit, ini ada contekannya, kalau tuberculosis setahun itu 1 juta yang kena kita. HIV 570 ribu, malaria 520 ribu, ini per tahun, dengue itu 151 ribu. Jadi kalau dari sisi penyakit penular, di mata Kemenkes, nomor 1 TBC, nomor 2 HIV, nomor 3 malaria, nomor 4 dengue, keempat ini vaksinnya belum diproduksi di Indonesia, sudah ada vaksinnya itu malaria dan dengue, tapi itu diproduksi negara lain," tutur Menkes Budi.
"Dari sisi kematian, paling tinggi TBC 126 ribu, HIV 25 ribu, dengue di atas malaria, dengue kan rankingnya kalau insiden 150 ribu, malaria 500 ribu, tapi kematian dengu itu 630 pertahun yang dicatat, malaria 132 orang, HIV 25 ribu, TBC 126 ribu. Jadi keempat vaksin ini kalau ditanya tadi mau jadi vaksin program apa enggak, memang prioritas kita dari yang besar dulu," lanjutnya.
Menkes Budi menambahkan, pihaknya ke depan akan memprioritaskan proses vaksinasi pada penyakit yang paling tinggi angka kematiannya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
.png)
8 hours ago
3















































