Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen tak Bisa Hanya Andalkan Investasi

7 hours ago 5

Pengunjung berbelanja pakaian di Little Bangkok Pasar Metro Tanah Abang, Jakarta, Kamis (30/5/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Target pertumbuhan ekonomi 6 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan investasi. Pemerintah juga perlu memastikan daya beli masyarakat pulih agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Pengamat ekonomi Universitas Airlangga Rahma Gafmi mengatakan, investasi memang menunjukkan kinerja positif. Realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun sepanjang 2025 dengan penyerapan lebih dari 2,7 juta tenaga kerja, sedangkan pada semester I 2026 realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dengan penyerapan 1,4 juta tenaga kerja.

Namun, Rahma menilai capaian tersebut perlu dilihat lebih jauh karena sebagian besar investasi masih terkonsentrasi pada sektor padat modal, seperti hilirisasi dan infrastruktur. Kondisi tersebut belum tentu memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat kelas menengah dan bawah.

“Tanpa pemerataan kualitas penyerapan kerja, pertumbuhan tinggi berisiko bersifat eksklusif,” kata Rahma kepada wartawan, dikutip Sabtu (15/8/2026).

Dia menilai konsumsi rumah tangga sebagai salah satu motor utama produk domestik bruto (PDB) masih menghadapi tekanan. Inflasi, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), serta penyesuaian transfer ke daerah (TKD) ikut menekan daya beli masyarakat kelas menengah.

“Mengandalkan investasi saja tanpa pemulihan daya beli domestik ibarat mengendarai mobil dengan satu kaki menginjak gas penuh sementara rem tangan masih ditarik separuh,” ujarnya.

Menurut Rahma, target pertumbuhan 6 persen membutuhkan akselerasi yang kuat. Pemerintah perlu memperbaiki efisiensi birokrasi, kepastian hukum, logistik daerah, serta sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal.

Dengan realisasi investasi semester I 2026 yang mencapai Rp1.010 triliun, menurut dia, fondasi untuk mendorong pertumbuhan memang tersedia. Namun, tantangan utamanya adalah memastikan capaian tersebut memberikan dampak nyata terhadap masyarakat, termasuk mengurangi pengangguran terdidik dan tekanan fiskal di daerah.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |