REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Meski sekitar 28 juta masyarakat Indonesia mengalami masalah kejiwaan berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, masih banyak orang enggan berkonsultasi ke psikiater karena takut dicap "gila".
Dokter spesialis kejiwaan atau psikiater dr Ida Rochmawati Sp.KJ, mengatakan anggapan tersebut perlu diubah karena gangguan mental merupakan kondisi medis yang berkaitan dengan fungsi otak dan penanganannya merupakan bagian dari pelayanan kesehatan, sama seperti penyakit fisik. Menurutnya, berkonsultasi ke psikiater tidak harus menunggu seseorang mengalami depresi atau gangguan jiwa berat.
"Masyarakat bisa berkonsultasi untuk pemeriksaan atau mental health check-up, memperoleh edukasi, maupun ketika mulai merasakan adanya perubahan pada pikiran, perasaan, atau perilaku. Jangan takut untuk berkonsultasi ke psikiater," kata dr Ida saat dihubungi Republika, pada pekan lalu.
Seseorang juga sebaiknya berkonsultasi ke psikiater apabila mengalami perubahan emosi, pikiran, atau perilaku yang menetap atau berulang, terutama bila sudah mengganggu fungsi sehari-hari. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain kesedihan yang berkepanjangan, kecemasan berlebihan, sulit tidur, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, sulit berkonsentrasi, mudah marah, atau perubahan perilaku yang dirasakan berbeda dari biasanya.
"Yang menjadi perhatian bukan hanya munculnya gejala, tetapi ketika gejala tersebut menjadi pola yang berulang atau menetap, menyebabkan disfungsi peran di rumah, sekolah, atau tempat kerja, mengganggu fungsi sosial, menurunkan kualitas hidup, bahkan mulai berdampak pada kondisi fisik, seperti gangguan tidur, perubahan nafsu makan, kelelahan berkepanjangan, atau keluhan fisik yang tidak kunjung membaik," kata dr Ida.
Konsultasi ke psikiater juga dianjurkan bagi mereka yang sedang menghadapi stres berat akibat kehilangan orang yang dicintai, perceraian, tekanan pekerjaan, penyakit kronis, maupun pengalaman traumatis. Dalam kondisi tersebut, psikiater dapat membantu seseorang memahami kondisinya, meningkatkan kemampuan beradaptasi, sekaligus mencegah masalah berkembang menjadi lebih berat.
"Bila seseorang memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, menyakiti diri sendiri, mendengar suara yang tidak didengar orang lain, atau mengalami perubahan perilaku yang sangat drastis hingga membahayakan diri sendiri maupun orang lain, maka pertolongan psikiatri perlu segera dicari dan tidak boleh ditunda," kata dr Ida.
.png)
6 hours ago
2












































