Svolt Produksi Baterai PHEV 80 kWh, Perkuat Persaingan Baterai Kendaraan Hibrida

2 hours ago 2

Kantor Svolt. Svolt memulai produksi massal sistem baterai plug-in hybrid (PHEV) berkapasitas 80 kWh bertajuk “Fortress 2.0” di fasilitas Changzhou.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Svolt, produsen baterai hasil pemisahan usaha (spin-off) dari Great Wall Motor, memulai produksi massal sistem baterai plug-in hybrid (PHEV) berkapasitas 80 kWh bertajuk “Fortress 2.0” di fasilitas Changzhou. Perusahaan mengklaim produk ini sebagai baterai PHEV berkapasitas terbesar di dunia yang saat ini diproduksi, menandai persaingan baru dalam pengembangan teknologi kendaraan hibrida di China.

Sistem tersebut meningkatkan kapasitas dari 59 kWh menjadi 80 kWh atau naik 35,6 persen, sekaligus meningkatkan efisiensi sistem sekitar 6 persen. Svolt memposisikan produk ini untuk segmen SUV besar dan kendaraan hibrida berorientasi off-road, di mana jarak tempuh listrik menjadi faktor utama daya saing.

Dari sisi performa, Svolt mengklaim Fortress 2.0 mampu mendukung jarak tempuh lebih dari 400 kilometer dalam mode listrik pada kendaraan PHEV segmen D dalam kondisi penggunaan normal.

Dilansir Car News China, Sabtu (18/4/2026), sistem ini menggunakan arsitektur pengisian daya cepat dengan kemampuan hingga 6C, yang memungkinkan pengisian selama 10 menit untuk menambah jarak tempuh lebih dari 400 kilometer dalam kondisi ideal.

Meski capaian tersebut bergantung pada integrasi kendaraan dan kondisi pengujian, tren yang terlihat menunjukkan sistem PHEV di China semakin mendekati performa kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV), khususnya pada segmen SUV besar.

Sebelumnya, Svolt juga menekankan aspek keselamatan sebagai keunggulan produknya. Dalam pengungkapan teknis pada Februari 2026, perusahaan mengklaim telah menerapkan konsep pemisahan api dan listrik, sehingga dalam kondisi thermal runaway, api tidak akan menjalar ke kabin penumpang.

Namun demikian, klaim teknologi Svolt juga mendapat sorotan. Pada Januari 2026, laporan sebelumnya menyebutkan klaim kesiapan produksi baterai solid-state melalui “Donut Labs” dinilai belum terverifikasi.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |