Serangan Terhadap Iran Rusak Reputasi AS di Mata Negara Muslim Termasuk Indonesia

3 hours ago 1

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Senin (23/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran merusak reputasi internasional negara tersebut di seantero dunia, menurut pemberitaan Politico, Jumat (17/4/2026), mengutip kawat diplomatik Departemen Luar Negeri AS yang didapatnya. Kawat diplomatik tersebut mengkaji turunnya reputasi Washington di tiga negara mayoritas Muslim, yaitu Indonesia, Azerbaijan, dan Bahrain.

Sejumlah laporan menyoroti kenaikan sentimen anti-AS secara tiba-tiba, sementara kawat lainnya mengungkapkan kekhawatiran akan meregangnya hubungan bilateral dengan negara Muslim. Laporan lain juga mengungkapkan adanya potensi Washington DC kehilangan kepercayaan dari masyarakat maupun pemerintah ketiga negara tersebut.

Menurut Politico, sejumlah perwakilan diplomatik AS meminta keringanan dari Gedung Putih agar bisa melawan narasi negatif yang muncul via media konvensional maupun daring. Kedubes perlu "memiliki kebebasan media sosial secara fleksibel, gesit, dan proaktif demi mengatasi tantangan untuk tetap berdampak di ruang digital yang padat," menurut kawat diplomatik dari Kedubes AS di Jakarta.

Tetapi, perwakilan AS tersebut diinstruksikan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump agar tidak membuat konten sendiri terkait isu konflik dengan Iran. Perwakilan AS justru diminta hanya untuk meneruskan kiriman dan narasi dari akun Gedung Putih atau Deplu AS yang telah disetujui, kata laporan Politico, mengutip diplomat AS serta dengan dokumen tambahan.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Kemudian pada 11 April, AS dan Iran melakukan negosiasi putaran pertama di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, pada keesokan harinya, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut. Pada Kamis (16/4/2026), Trump mengatakan bahwa negosiasi tahap selanjutnya antara Washington dengan Teheran dapat berlangsung paling cepat pada akhir pekan ini.

sumber : Antara, Sputnik, Anadolu

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |