Home > Didaktika Saturday, 29 Nov 2025, 08:12 WIB
Penelitian yang dipublikasikan dalam Cellular Physiology and Biochemistry ini mengidentifikasi dua senyawa flavonoid jenis katekin dalam teh, yaitu epikatekin galat dan epigallocatechin-3-gallat.
Teh hijau dan teh hitam.Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa senyawa yang ditemukan dalam teh hijau dan hitam dapat merelaksasi pembuluh darah, menjelaskan sifat antihipertensi teh dan berpotensi menghasilkan obat hipertensi baru.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Cellular Physiology and Biochemistry ini mengidentifikasi dua senyawa flavonoid jenis katekin dalam teh, yaitu epikatekin galat dan epigallocatechin-3-gallat.
Senyawa-senyawa ini mengaktifkan jenis protein saluran ion tertentu yang disebut KCNQ5, yang memfasilitasi difusi ion kalium keluar dari sel, sehingga mengurangi eksitabilitas sel.
KCNQ5 terletak di lapisan otot polos pembuluh darah, dan seperti yang diprediksi oleh para peneliti, aktivasinya oleh katekin teh mengakibatkan relaksasi pembuluh darah.
Prediksi ini dikonfirmasi oleh para kolaborator di Universitas Kopenhagen.
Profesor Geoffrey Abbott, dari Departemen Fisiologi dan Biofisika di Fakultas Kedokteran Universitas California, Irvine, menjelaskan bahwa katekin ini berikatan dengan sensor tegangan KCNQ5, yang memungkinkan saluran tersebut terbuka lebih mudah dan lebih awal selama proses eksitasi seluler.
Hipertensi memengaruhi hingga sepertiga populasi dewasa global dan merupakan faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi untuk penyakit kardiovaskular dan kematian dini.
Dengan demikian, penemuan bahwa katekin dapat menurunkan tekanan darah melalui aktivasi KCNQ5 dapat berkontribusi secara signifikan terhadap kesehatan masyarakat global.
Katekin, yang diketahui dapat melewati sawar darah-otak, juga berpotensi digunakan untuk mengobati gangguan eksitabilitas otak yang disebabkan oleh varian gen KCNQ5 yang mengganggu fungsi saluran dan menyebabkan ensefalopati epilepsi.
Meskipun penambahan susu ke dalam teh hitam terbukti mencegah efek menguntungkan teh terhadap aktivasi KCNQ5 dalam sel, para peneliti yakin bahwa lingkungan lambung manusia akan memisahkan katekin dari protein susu, yang memungkinkan katekin untuk memberikan efeknya.
Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa menghangatkan teh hijau hingga 35 derajat Celsius (95 derajat Fahrenheit) mengubah komposisi kimianya, sehingga meningkatkan kemampuannya untuk mengaktifkan KCNQ5.
Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi teh, berapa pun suhunya, mengaktifkan sifat antihipertensinya.
Penelitian ini didanai oleh National Institutes of Health, National Institute of General Medical Sciences, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, Lundbeck Foundation, dan Danmarks Frie Forskningsfond.
.png)
1 hour ago
1







































