Sekolah Rakyat Dikenalkan Lewat Pameran Foto dan Diskusi di TIM

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pameran fotografi bertema human interest dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan Program Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Melalui pendekatan visual dan diskusi publik, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pendidikan yang inklusif.

Pameran foto dan talkshow bertajuk Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan” digelar di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 21-25 Juli 2026. Acara menghadirkan Pengamat Pendidikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Alpha Amirrachman dan fotografer senior Arbain Rambey sebagai narasumber.

Alpha Amirrachman mengatakan, Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah memperkuat sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan. Program tersebut menyasar anak-anak dari kelompok rentan melalui penyediaan layanan pendidikan yang komprehensif, termasuk penerapan sistem berasrama (boarding school).

“Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan,” kata Alpha dalam siaran pers, Kamis (23/7/2026),

Menurut Alpha, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sumber daya manusia melalui pemerataan kesempatan belajar. Dengan akses pendidikan yang lebih luas, program tersebut diharapkan dapat membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Setiap anak harus memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa terkendala kondisi sosial maupun ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Arbain Rambey mengatakan fotografi memiliki peran strategis sebagai media komunikasi visual dalam menyampaikan substansi kebijakan publik. Karya fotografi dinilai mampu menghadirkan cerita yang lebih mudah dipahami sekaligus membangun empati masyarakat terhadap isu yang diangkat.

“Fotografi mampu menghadirkan narasi yang lebih mudah dipahami, membangun empati, serta memperlihatkan dampak nyata suatu program secara lebih dekat kepada publik,” kata Arbain.

Arbain mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap pameran cukup tinggi. Menurut dia, banyaknya karya yang masuk menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap isu pemerataan pendidikan, sementara fotografi menjadi media yang bersifat universal sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Dalam sesi diskusi, kedua narasumber menilai pendekatan visual melalui fotografi dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat literasi publik mengenai Program Sekolah Rakyat. Melalui karya-karya yang ditampilkan, masyarakat diajak memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan fashion show dari Rumah Quinsa. Penyelenggara berharap pameran dan talkshow tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Program Sekolah Rakyat sekaligus memperkuat dukungan publik terhadap kebijakan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkeadilan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |