Program Makan Bergizi Gratis di pesantren (Illustrasti).
REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR — Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Hj Umi Waheeda, mengaku merasakan manfaat besar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di pesantrennya. Menurut dia, program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi santri, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi pesantren karena seluruh rantai pasok pangan dikelola secara mandiri.
"Alhamdulillah sekarang ada MBG ya, dan saya sangat berterima kasih kepada MBG itu, karena santri itu bisa makan beef teriyaki, chicken yakiniku, bisa makan buah leci, bisa makan green grapes muscat," ujar Umi Waheeda saat berbincang dengan Republika di pesantrennya, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan MBG di Al Ashriyyah Nurul Iman terintegrasi dengan ekosistem ekonomi yang telah dibangun pesantren. Berbagai kebutuhan pangan hingga air minum dipenuhi dari unit-unit usaha milik pesantren sendiri.”Karena MBG ini kami yang kelola, air minumnya juga dari kami. Jadi semuanya terintegrasi ke ekosistem. MBG itu dari hulu sampai hilir," ucap tokoh perempuan yang lahir di Singapura, 14 Januari 1968 ini.
Menurut Umi Waheeda, beras yang digunakan berasal dari produksi pesantren sendiri. Santri juga mengonsumsi beras jagung yang diproduksi secara mandiri. Selain itu, pesantren memiliki pabrik tahu dan tempe serta kebun sayur yang menjadi pemasok bahan baku untuk dapur MBG."Jadi semuanya masuk ke MBG, akhirnya yang makan juga santri," kata istri almarhum Syekh Habib Saggaf ini.
Saat ini, Al Ashriyyah Nurul Iman memiliki dua dapur SPPG yang melayani sekitar 7.000 santri. Namun, Umi Waheeda mengungkapkan masih ada persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Ia mengatakan, sekitar 3.000 mahasiswa yang juga tinggal di lingkungan pesantren belum tercakup sebagai penerima manfaat MBG karena sasaran program saat ini masih terbatas pada peserta didik hingga jenjang SMA.”Yang 3.000 mahasiswa itu hanya numpang bau, numpang nonton," jelas alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.
.png)
1 week ago
26














































