REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) 2024 Anies Rasyid Baswedan menyoroti kondisi ekonomi dalam negeri Indonesia yang terus memburuk. Hal itu terjadi akibat nilai tukar rupiah tengah anjlok ke titik terendahnya sepanjang sejarah.
Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu menilai, kondisi ekonomi di Indonesia belakangan ini sedang tidak baik-baik saja. Kondisi rupiah yang terus melemah dinilai berdampak kepada berbagai hal yang memengaruhi hajat hidup orang banyak.
"Saya mengikuti dengan saksama apa yang sedang terjadi di negeri ini, dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja. Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah," kata Anies melalui keterangannya di akun X, dikutip Republika di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia masih akan panjang. Pasalnya, kondisi geopolitik masih belum juga stabil. Di sisi lain, terdapat potensi terjadinya fenomena El Nino yang akan berdampak terhadap ketahanan pangan.
Mantan rektor Universitas Paramadina itu menilai, publik membutuhkan kepastian dari pemerintah dalam kondisi saat ini. Kepastian itu harus bisa diberikan agar pasar tidak bergejolak.
"Dalam situasi seperti ini, yang paling dibutuhkan pasar dan publik adalah satu hal, kepastian. Bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula, tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran, dari arah yang jelas, dari pemerintah yang tahu akan ke mana negeri ini dibawa," ujar Anies.
Meski begitu, menurut dia, pemerintah hari ini justru tidak bisa memberikan kepastian tersebut. Di sisi lain, sejumlah pejabat negara malah menanggapi situasi hari ini dengan enteng dan cenderung bercanda. Alhasil, pasar menjadi kebingungan dan akhirnya investor menahan diri untuk menanamkan modal di dalam negeri.
Tak hanya itu, Anies menilai, pemerintah hari ini tidak memberikan keteladanan. Hal itu terlihat dari fokus pemerintah mengurus hal yang tak semestinya diprioritaskan. Sementara masyarakat diminta hidup berhemat.
"Peringatan sudah datang dari mana-mana. Dari ekonom dalam negeri, dari lembaga keuangan internasional, dari media-media nasional dan internasional yang mengamati Indonesia. Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama," kata Anies.
.png)
2 weeks ago
28

















































