RI Sulit Capai Swasembada Energi, Produksi Migas Turun ke 580.000 Barel per Hari

2 hours ago 1

ReforMiner mencatat lapangan hulu migas eksisting Indonesia mengalami penurunan produksi alamiah yang sangat agresif sehingga produksi migas terus turun.

 iNews Media Group)

RI Sulit Capai Swasembada Energi, Produksi Migas Turun ke 580.000 Barel per Hari. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) memiliki peran penting dalam merealisasikan target swasembada energi. Itu karena porsi migas dalam bauran energi nasional masih lebih dari 50 persen.

Namun, industri migas nasional harus menghadapi sejumlah tantangan. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan realisasi produksi migas  nasional saat ini berada di kisaran 580.000 BOPD. Angka tersebut masih jauh dari target swasembada energi nasional yang menargetkan kapasitas produksi 1 juta BOPD minyak dan 12.000 MMSCFD gas pada dekade mendatang.

Selain itu, lapangan hulu migas eksisting Indonesia tercatat mengalami penurunan produksi alamiah yang sangat agresif. “Data SKK Migas mencatat decline rate minyak nasional periode 2020–2025 berkisar antara 13,4 persen hingga 30,2 persen per tahun (rata-rata 22,3 persen per tahun). Sedangkan untuk gas, decline rate berkisar antara 5,2 persen hingga 15,8 persen per tahun (rata-rata 12 persen per tahun),” kata Komaidi dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan skenario Long Term Plan (LTP) SKK Migas, jika tidak terdapat penambahan aktivitas eksplorasi yang signifikan (Low Case), proyeksi lifting minyak nasional pada 2030 diperkirakan stagnan dan terkunci di kisaran 580.000–590.000 BOPD.

Jika eksplorasi stagnan, defisit antara konsumsi dan produksi minyak nasional pada 2030 diproyeksikan mencapai 1,03 juta BOPD (skenario LTP High), 1,24 juta BOPD (LTP Mid), hingga 1,35 juta BOPD (LTP Low).

Halaman : 1 2 3

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |