Raup Laba Rp38,2 Miliar, IIF Perluas Bisnis Pembiayaan dan Advisory di Semester I-2026amp;nbsp;

6 hours ago 3

 Raup Laba Rp38,2 Miliar, IIF Perluas Bisnis Pembiayaan dan Advisory di Semester I-2026 

Raup Laba Rp38,2 Miliar, IIF Perluas Bisnis Pembiayaan dan Advisory di Semester I-2026 (Foto: IIF)

JAKARTA - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mencatat peningkatan signifikan pada bisnis pembiayaan dan layanan advisory sepanjang semester I-2026.

Sepanjang semester I 2026, IIF membukukan 6 komitmen pembiayaan dan investasi baru senilai Rp2,5 triliun. Angka ini melampaui total sepanjang 2025 sebesar Rp799 miliar. Komitmen baru tersebut tersebar di sektor strategis meliputi kesehatan, pelabuhan, telekomunikasi & data, dan energi terbarukan. 

Dari sisi layanan advisory, IIF mendapatkan 9 mandat baru dengan nilai kontrak total Rp19,0 miliar, atau tumbuh tiga kali lipat dari tahun 2025. Mandat utama mencakup keterlibatan IIF dalam program Waste-to-Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk mendukung inisiatif pemerintah dalam mempercepat pengelolaan sampah terpadu di perkotaan. 

Pendapatan operasional pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp542,7 miliar, dibandingkan Rp653,9 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh lebih rendahnya pendapatan bunga investasi menyusul adanya pelunasan dipercepat oleh nasabah pada kuartal I 2026. 

Laba bersih tercatat Rp38,2 miliar, dibandingkan Rp85,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dipengaruhi oleh faktor yang sama dan kebijakan pencadangan yang lebih konservatif. 

Pendapatan non-bunga tumbuh 54,8% year-on-year menjadi Rp43,0 miliar, didorong oleh bisnis pembiayaan dan investasi, advisory, serta treasury. Pendapatan bunga treasury juga tumbuh 17,5% year-on-year. 

Rasio Kecukupan Modal (CAR) tercatat 56,79%, jauh di atas ketentuan minimum regulator, sehingga memberikan ruang yang luas untuk ekspansi bisnis pembiayaan dan investasi. Kualitas aset tetap terjaga. Rasio cakupan kerugian pinjaman berada di atas 100% dan NPF bersih membaik menjadi 3,49% dari 3,61%. 

Sementara, pada semester I 2026, IIF mencatatkan pertumbuhan aset yang solid, peningkatan lebih dari tiga kali lipat komitmen pembiayaan dan investasi baru, serta pertumbuhan signifikan pada mandat layanan advisory, yang didukung oleh kapasitas pendanaan yang lebih kuat dan pengakuan internasional. 

Per Juni 2026, total aset IIF mencapai Rp15,0 triliun, tumbuh 4,6% year-on-year. Aset produktif yang terdiri dari pinjaman dan surat berharga tercatat sebesar Rp13,4 triliun, tumbuh 4,9% yearon-year. 

Presiden Direktur & Chief Executive Officer IIF Rizki Pribadi Hasan menyampaikan, di tengah dinamika ekonomi global, IIF terus menunjukkan ketahanan melalui pertumbuhan portofolio, peningkatan aktivitas pembiayaan dan advisory, serta struktur pendanaan dan permodalan yang semakin kuat.  

"Meskipun laba pada semester I lebih rendah, kami optimis dapat terus memperluas bisnis dan meningkatkan kinerja keuangan, didukung oleh permodalan yang kuat, peningkatan layanan, penurunan biaya dana, serta dukungan dan kolaborasi yang kuat dari para pemegang saham dan mitra bisnis," katanya di Jakarta, Jumat (31/7/2026). 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri berita finance lainnya

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |