PSSI Kutuk Provokasi terhadap Beckham Putra, Pelaku Terancam Tak Bisa Nonton Timnas Indonesia Lagi

8 hours ago 5

PSSI Kutuk Provokasi terhadap Beckham Putra, Pelaku Terancam Tak Bisa Nonton Timnas Indonesia Lagi

PSSI Kutuk Provokasi terhadap Beckham Putra, Pelaku Terancam Tak Bisa Nonton Timnas Indonesia Lagi (Aldhi Chandra)

JAKARTA - PSSI mengutuk keras tindakan provokasi kepada pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan pelaku tindakan provokasi itu terancam tak bisa lagi menyaksikan langsung laga Timnas Indonesia.

Dugaan tindakan provokasi kepada Beckham Putra terjadi usai laga Timnas Indonesia versus Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam. Aksi tak terpuji itu terjadi ketika rombongan Timnas Indonesia sedang berkeliling menyapa Garuda Fans.

Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa oknum suporter diduga melemparkan ucapan provokasi serta mengacungkan jari tengah kepada Beckham. Tindakan ini memancing amarah penyerang Timnas Indonesia itu.

Beruntung, Kevin Diks sigap untuk melerai gesekan itu agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan. Peristiwa ini menjadi noda hitam di tengah euforia kemenangan Timnas Indonesia atas Mozambik 1-0.

 PSSI) Aksi Kevin Diks di laga Timnas Indonesia vs Mozambik. (Foto: PSSI)

1. Tindakan Tak Pantas

Yunus Nusi mengatakan, pihak federasi menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak elok dan tak mencerminkan perilaku suporter Garuda Fans.

"PSSI sangat menyesalkan kejadian ini yang terjadi setelah pertandingan usai. Perlakuan yang diterima pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, sangat tidak elok dan tidak etis," ujar Yunus Nusi dalam keterangan resmi PSSI, Rabu (10/6/2026).

"Ini tentu menjadi hal yang tidak kami harapkan. Apalagi Beckham masih berusia muda dan merupakan aset penting bagi Timnas Indonesia. Karena itu, kami sangat menyayangkan kejadian tersebut," sambungnya.

"Kami selalu mengingatkan kepada para suporter agar menjaga perasaan dan kondisi psikologis para pemain Timnas Indonesia. Kalau memang ada rivalitas klub, biarlah rivalitas itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetisi sepak bola Indonesia," tambah Yunus.

Ia mengingatkan, jangan sampai rivalitas klub dibawa ke ranah Timnas Indonesia. Ia menegaskan, para pemain Timnas Indonesia adalah sosok yang tulus membela Merah-Putih.

"Jangan sampai rivalitas tersebut membuat kita melakukan hal-hal yang tidak baik kepada pihak lain. Apa pun klub yang berkompetisi di Liga 1 maupun Championship, jangan sampai sentimen itu terbawa ke Timnas Indonesia," tegas Yunus.

"Kami sangat menyayangkan hal ini. Apa pun rivalitas di level klub, jangan dibawa ke Timnas. Kita membutuhkan para pemain bermain dengan nyaman, menikmati pertandingan, dan bisa memberikan kemampuan terbaiknya," ucapnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |