Pengasuh Ponpes Lirboyo Ingatkan Jamaah Jangan Main HP Saat Wukuf Arafah, Pahala Bisa Rusak

2 weeks ago 33

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Makkah

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) yang juga pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH Abdullah Kafabihi Machrus Ali mengingatkan sejumlah perkara yang bisa merusak pahala saat pelaksanaan wukuf di Arafah. Menurut dia, perkara-perkara tersebut harus dihindari agar ibadah yang dilakukan jamaah haji bisa maksimal.

"Ya ada suatu perkara-perkara yang bisa merusak pahala ya, seperti misalnya riya', pamer supaya ibadahnya bisa dialem sama orang. Kemudian sifat ujub atau merasa dirinya hebat, punya kemampuan, itu ujub. Terus sifat sombong, takabur. Itu merupakan sifat al-muhlikat ya, sifat yang merusak pahala," ujar Kiai Kafabihi dalam acara Fadilah Amaliyah di Masyair Muqoddasah yang digelar di Mushala Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah di Kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah, Senin (18/5/2026).

Kiai Kafabihi melanjutkan, supaya ibadah di Arafah bisa diterima semaksimal mungkin maka jamaah haji harus memiliki sifat yang ikhlas. "Apa pun yang terjadi kita terima dengan ikhlas ya, dengan sabar, dengan ridha. Kita harus husnudzon kepada Allah, jangan sampai kita suudzon atau berprasangka buruk kepada Allah," ujar Kiai Kafabihi.

Hindari Main HP

Kiai Kafabihi juga mengimbau jamaah haji agar menghindari main handphone saaat wukuf mengingat waktu jam 12 hingga Maghrib itu pada Yaumul Arafah 9 Dzulhijjah tersebut adalah tempat sekaligus waktu yang mustajab. Oleh karena itu, jamaah mesti menggunakan sebaik-sebaiknya untuk doa, berzikir, atau baca shalawat.

"Kalau di Indonesia kan waktu yang mustajab itu malam hari. Kalau di Tanah Suci (saat wukuf di Arafah) adalah waktu yang mustajab dan tempat yang mustajab," katanya.

Kiai Kafabihi pun membagikan panduan doa saat jamaah haji melakukan wukuf di Arafah:

Zikir utamanya adalah tahlil: Lā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr. Doa ini sangat mustajab, panjatkan dengan khusyuk hingga matahari terbenam.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |