Foto udara permukiman penduduk yang terisolasi akibat banjir di Desa Napai, Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Jumat (28/11/2025). Data Pusdalops BPBD Aceh Barat mencatat bencana banjir yang disebabkan tingginya intensitas hujan dan meluapnya sungai krueng Woyla dan sungai Meureubo terus meluas dari 58 desa terendam menjadi 64 desa yang tersebar di 10 Kecamatan dengan rincian 3.725 kepala keluarga atau 7.418 terdampak.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memerintahkan PT PLN (Persero) mempercepat normalisasi pasokan listrik di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) setelah banjir dan longsor merusak infrastruktur kelistrikan. Komando langsung tersebut menjadi arahan utama pemerintah untuk memulihkan suplai energi bagi masyarakat terdampak.
Kementerian ESDM mencatat gangguan terjadi pada jaringan distribusi karena akses jalan menuju sejumlah lokasi rusak akibat bencana. Mobilisasi peralatan dilakukan sejak dini hari, termasuk pengiriman tiang-tiang listrik yang dibutuhkan untuk menyambung kembali aliran ke permukiman dan fasilitas publik.
“Semalam listrik sempat padam, saya koordinasi terus dengan PLN. Sebagian tower tiang listrik ini kita kirim pakai Hercules,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
PLN memastikan pemasangan tiang berlangsung bertahap di titik-titik yang dapat dijangkau tim lapangan. Sebagian material telah tiba subuh sehingga pekerjaan pemulihan dapat dimulai lebih cepat. Jalur yang terputus masih menjadi kendala, tetapi tim teknis tetap bergerak untuk menormalkan jaringan pada segmen prioritas. Percepatan aliran listrik menjadi target utama agar aktivitas warga kembali berjalan.
Kementerian ESDM juga menyiapkan dukungan teknis tambahan untuk membantu daerah yang aksesnya terbatas. Tim siaga bencana sektor ESDM akan diterjunkan guna memperkuat pekerjaan pemulihan dan memberikan penanganan di wilayah terdampak paling berat.
Untuk distribusi BBM, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, memastikan pasokan tetap dikirim Pertamina ke SPBU yang masih dapat beroperasi. Longsor dan putusnya jembatan tidak menghentikan pengiriman melalui jalur yang aman bagi armada distribusi Pertamina Patra Niaga.
“Untuk ketersediaan BBM, banyak jalan yang longsor dan jembatan yang putus. Jadi SPBU yang bisa dilayani akan tetap didistribusikan oleh teman-teman Pertamina Patra Niaga,” ujar Yuliot.
Pemerintah mengirim bantuan energi ke lokasi terdampak. Kementerian ESDM menekankan pemulihan harus berlangsung cepat agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
.png)
2 hours ago
1









































