Pemerintah Targetkan Swasembada Gula 3–4 Tahun, Jatim Pegang Peran Sentral

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memproyeksikan tercapainya swasembada gula total dalam tiga hingga empat tahun ke depan melalui peta jalan percepatan yang disiapkan bersama pemerintah daerah. Proyeksi tersebut mencakup kebutuhan konsumsi rumah tangga hingga industri, dengan Jawa Timur (Jatim) menjadi pusat pengungkit utama dari keseluruhan program nasional.

Pemerintah menempatkan Jatim sebagai daerah strategis karena provinsi ini selama ini menguasai lebih dari separuh produksi gula nasional. Selain memiliki areal tebu terluas di Indonesia, Jatim juga menjadi sentra pendukung industri gula rakyat yang menopang pasokan nasional dari tahun ke tahun.

“Jika program tebu di sini berhasil, itu artinya separuh dari target nasional berhasil,” kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Sabtu (29/11/2025).

Kontribusi Jatim tercatat mencapai lebih dari 51 persen dari total produksi gula Indonesia, dengan areal tebu sekitar 245 ribu hektare yang tersebar di Malang, Kediri, Magetan, Lumajang, hingga Situbondo. Kinerja tersebut menjadi dasar penetapan Jatim sebagai episentrum percepatan swasembada gula melalui penguatan budidaya, peningkatan rendemen, dan penataan ulang areal bongkar ratoon.

“Kita harus fokus. Jika semua berjalan sesuai rencana, tiga atau empat tahun ke depan kita akan swasembada gula total,” ujar Amran.

Kementan menyiapkan dukungan teknis yang mencakup penguatan teknologi, perbaikan irigasi, penyediaan benih unggul, dan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas. Upaya tersebut ditempatkan sejalan dengan strategi pemerintah yang menempatkan Jatim sebagai lokomotif pertanian nasional.

Pada saat yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk mengawal percepatan program gula nasional. Ia memastikan koordinasi bersama seluruh jajaran dilakukan agar implementasi kebijakan pusat berjalan selaras dengan kesiapan lapangan.

“Saya bersama Pak Wagub dan jajaran hari ini mengoordinasikan berbagai hal terkait program strategis nasional,” tutur Khofifah.

Pemprov Jatim mengemban mandat besar untuk percepatan bongkar ratoon tebu skala luas yang menjadi salah satu faktor kenaikan produktivitas. Dengan produksi tahunan yang menembus lebih dari satu juta ton, Jatim menempati posisi kunci sebagai penopang industri gula rakyat serta penyedia utama pasokan nasional.

Khofifah menegaskan kesiapan Jatim berada di barisan terdepan untuk mengantarkan Indonesia menuju swasembada gula. Ia menggarisbawahi bahwa capaian provinsinya akan menentukan keberhasilan target nasional. Jatim, menurutnya, memiliki kapasitas besar untuk mengeksekusi kebijakan yang telah disepakati.

Jatim menjadi tumpuan karena peta jalan swasembada tidak hanya berbicara tentang penguatan agronomi, tetapi juga penataan ulang hubungan pusat–daerah, peningkatan efisiensi, dan pembangunan kolaborasi antarlembaga. Program ini menuntut kedisiplinan pelaksanaan sehingga target tiga hingga empat tahun dapat tercapai. Pemerintah menempatkan konsistensi eksekusi sebagai penentu utama keberhasilan swasembada.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |