Palembang Gelar Dua Acara Besar Sekaligus, Ini Lokasi dan Jadwalnya

4 hours ago 5

Pemandangan Jembatan Ampera Palembang.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan menggelar dua agenda besar secara bersamaan pada Ahad (19/7), yakni Parade Kebaya Pecah Rekor MURI di Jembatan Ampera dan Zikir Akbar Edukasi Pencegahan LGBT di kawasan Bundaran Air Mancur (BAM).

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, kedua kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan ulama sebagai upaya mengangkat nilai budaya sekaligus memperkuat syiar keagamaan.

"Pemerintah Kota Palembang bersama tokoh masyarakat dan ulama sepakat menggelar dua agenda besar sekaligus, yaitu Parade Kebaya Pecah Rekor MURI dan Zikir Akbar Edukasi Pencegahan LGBT di dua lokasi tersebut," kata Sulaiman dalam rapat koordinasi persiapan kegiatan di Palembang, Selasa.

Menurut dia, kedua agenda akan dipusatkan di dua ikon Kota Palembang dengan pengaturan waktu dan lokasi yang telah disiapkan agar dapat berlangsung tertib meski diperkirakan dihadiri ribuan peserta.

Ia menjelaskan, Parade Kebaya Nasional akan digelar di sepanjang Jembatan Ampera. Kegiatan tersebut bertujuan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui parade peserta yang mengenakan kebaya dan kain songket sebagai upaya melestarikan warisan budaya Indonesia.

"Parade berkebaya dan berkain songket di sepanjang Jembatan Ampera untuk memecahkan Rekor MURI Dunia ini menjadi bukti semangat kita dalam membudayakan kebaya dan kain songket di Sumatera Selatan," ujarnya.

Sementara itu, pada waktu yang sama, kawasan Bundaran Air Mancur di depan Masjid Agung Palembang akan menjadi lokasi pelaksanaan Zikir Akbar Edukasi Pencegahan LGBT. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB dengan rangkaian khataman Alquran, zikir, shalawat, dan tausiah.

Ulama Palembang Habib Ghasim Alkaf mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi moral kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

"Kita berdoa supaya negeri kita diselamatkan Allah dari LGBT. Kami juga mendorong pemerintah untuk mengeluarkan Perda tentang larangan perbuatan menyimpang tersebut," kata Habib Ghasim.

Pemkot Palembang berharap kedua agenda tersebut dapat berjalan berdampingan secara tertib dan menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus meningkatkan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |