REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG, – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kehadiran pabrik manufaktur alat berat listrik pertama di Indonesia di Karawang akan menekan biaya pengadaan infrastruktur secara signifikan. Produksi dalam negeri dinilai jauh lebih kompetitif dibandingkan ketergantungan pada produk impor.
Pabrik milik PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) ini resmi dibangun di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Kabupaten Karawang. Fasilitas produksi tersebut dirancang dengan kapasitas hingga 5.000 unit per tahun pada fase pertama dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2027.
"Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan produk impor," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan di Bandung, Rabu.
Dorong Regulasi dan Serapan Tenaga Kerja Lokal
Dedi berharap regulasi dapat mendukung industri agar dapat mendistribusikan produk langsung kepada konsumen tanpa perantara yang panjang. Langkah ini diyakini akan membuat harga alat berat lebih terjangkau bagi proyek-proyek pembangunan di Tanah Air.
Guna memaksimalkan serapan tenaga kerja lokal, Dedi menginstruksikan jajaran Pemprov Jabar untuk langsung menggandeng siswa SMA dan SMK tingkat akhir. Program pelatihan vokasi khusus akan digelar secara intensif selama enam hingga dua belas bulan.
"Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar untuk segera mengidentifikasi siswa SMA atau SMK kelas 12, guna diberikan program pelatihan vokasi intensif. Tujuannya agar saat lulus nanti, mereka telah menjadi tenaga kerja terampil yang siap pakai," tegasnya.
Efek Berganda bagi Ekonomi Daerah
Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam industri manufaktur hijau ini diproyeksikan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta pertumbuhan ekonomi daerah. Peningkatan IPM dinilai akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan warga.
"Peningkatan IPM akan bermuara pada perputaran roda ekonomi, karena masyarakat memiliki kepastian pendapatan. Namun dengan satu catatan penting, masyarakat juga harus dididik untuk memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), sehingga mereka tidak hanya terserap sebagai karyawan, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha," ucap Dedi.
Pembangunan LMMI yang berlokasi di Indonesia Green Smart Industrial Park ini dirancang dalam tiga tahap. Tahap awal akan memprioritaskan perakitan unit ekskavator dan wheel loader ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Pemerintah Provinsi Jabar turut memberikan jaminan keamanan serta kepastian kelancaran investasi bagi para penanam modal di wilayah tersebut.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
3 hours ago
1

















































