Petugas memasukan bahan semai Natrium Klorida (NaCI) kedalam pesawat Cessna 208B Grand Caravan Ex di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (2/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Tengah dengan menabur bahan semai Natrium Klorida (NaCI) sebanyak satu ton untuk merekayasa peluang terjadinya hujan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX diterbangkan menuju wilayah sasaran sesuai analisis BMKG terhadap pertumbuhan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Kru memeriksa kesiapan helikopter water bombing Sikorsy S-61N di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Selain melakukan operasi modifikasi cuaca, BNPB menambah satu unit helikopter water bombing jenis Sikorsky S-61N asal Kanada sehingga jumlah armada pemadam udara di Kalimantan Tengah menjadi empat unit. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah melalui operasi modifikasi cuaca.
Selain menebar satu ton bahan semai natrium klorida (NaCl) untuk meningkatkan peluang hujan, BNPB juga menambah armada helikopter water bombing guna mempercepat pemadaman dari udara.
sumber : Antara Foto
.png)
3 days ago
13
















































