Clash of Legends mempertemukan tim DRX World Legends melawan Barcelona Legends.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar tiga dekade lalu, tepatnya 1996, seorang remaja Brasil datang ke Indonesia. Namanya belum sebesar sekarang. Namun bakatnya sudah mencuri perhatian. Ia adalah Ronaldo Nazario.
Saat itu, Ronaldo baru berusia 19 tahun. Ia datang bersama PSV Eindhoven dalam tur pramusim. Statusnya masih wonderkid. Ia belum menjadi “O Fenomeno” seperti yang dikenal dunia kemudian.
Namanya masuk dalam skuad PSV yang dijadwalkan melakoni dua laga uji coba melawan klub Indonesia, yakni Persebaya Surabaya dan Persma Manado. PSV datang ke Tanah Air membawa skuad terbaik mereka. Selain Ronaldo, terdapat nama-nama besar seperti Ronald Waterreus, Jaap Stam, Phillip Cocu, Wim Jonk, hingga penyerang Luc Nilis.
Sayangnya, Ronaldo melewatkan laga uji coba menghadapi Persebaya Surabaya. Aksi sang penyerang baru bisa disaksikan ketika ia tampil menghadapi Persma Manado di Manado pada laga berikutnya.
Kisah klasik tersebut juga masih terekam sebagai memori manis dalam ingatan Ronaldo yang kini untuk kedua kalinya menginjakkan kaki di Indonesia. Ia mengaku senang dengan antusiasme para penggemar yang datang menyambutnya bahkan sejak baru turun di bandara.
"Seperti yang kalian katakan, seperti yang kalian ketahui, beberapa tahun yang lalu, saya masih teringat ketika saya datang ke sini bersama dengan PSV Eindhoven untuk menjalani tur pramusim," ujar Ronaldo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
"Yah...jadi saya merasa senang bisa kembali ke sini. Saya melihat antusiasme para pendukung yang sangat hebat sejak turun dari bandara hingga masuk hotel," katanya.
Saat datang pada 1996, tidak banyak yang menyangka ia akan menjadi legenda. Meski sudah masuk skuad Timnas Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1994, perannya saat itu masih terbatas.
sumber : Antara
.png)
14 hours ago
3
















































