Musyrif Diny Tekankan Pentingnya Fisik dan Psikis saat Armuzna  

2 weeks ago 41

Petugas haji dari tusi layanan Lansia dan Disabilitas (Landis), Dea Hemassandia, (kanan) saat membantu seorang jamaah haji perempuan dari Embarkasi Jakarta-Bekasi di Taj Ward Hotel, Madinah, Arab Saudi, Senin (4/5/2026) malam waktu setempat.

REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH -- Rohimi Zamzam selaku Musyrif Diny dari organisasi 'Aisyiyah akan turut mendampingi dan membekali jamaah haji Indonesia khususnya jemaah haji perempuan. 

“Kami membekali mereka tentang spiritualitas ya, dan juga ibadah,” ucap Rohimi Zamzam saat bersama Liliek Noer Chalida, Musyrif Diny perempuan lainnya di Bir Ali Madinah kepada Media Center Haji dikutip pada Jumat (15/5/2026). 

Musyrif Diny perempuan yang akrab disapa Bunda Emi juga akan mendatangi dan mengedukasi jemaah haji perempuan agar lebih kuat secara fisik dan psikis saat puncak haji di Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna) nantinya. 

“Psikologis ini harus dipersiapkan terutama selain fisik juga ya, tapi lebih kuat ini adalah bagaimana kekuatan psikis untuk mempersiapkan diri dalam proses nanti di Armuzna,” kata Bunda Emi. 

Bunda Emi menjelaskan, penguatan kepada jamaah haji perempuan sendiri akan dilakukan melalui sektor-sektor di Makkah. 

“Tidak mudah tentu, tapi Insya Allah karena banyak pembimbing-pembimbing ibadah dan kami juga dari Musyrif Diny akan mendampingi. Tentu saja edukasi yang tadi sudah disampaikan di setiap sektor juga menjadi pembekalan bagi para jemaah perempuan untuk kita persiapkan nanti di Armuzna,” jelasnya. 

Bunda Emi juga mengingatkan agar jemaah haji Indonesia khususnya jamaah haji perempuan agar tidak memaksakan diri atau memforsir tenaga sebelum puncak Armuzna. 

“Tentu kami sangat berharap bahwa perlu kekuatan dan staminanya dijaga, selain itu istirahat yang cukup dan tentu ini selalu kita harapkan untuk bisa nanti mencapai puncaknya dan ini perlu pemahaman kita semua untuk memahami bahwa di Armuzna inilah kita betul-betul menghadap Allah dan fokus untuk ibadahnya,” sebutnya. 

“Jagalah fisik kita sampai puncaknya di wukuf dan juga nanti menjalankan hal-hal yang lainnya. Tentu ini menguatkan terutama psikis para jemaah haji perempuan, baik itu nanti ada yang risti (risiko tinggi), lansia, dan difabel. Ini juga menjadi salah satu cara kita nanti menguatkan mereka,” tandas Bunda Emi.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |