Musisi John Mayer Donasikan Rp89 Miliar untuk Riset PTSD Veteran Perang

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain aktif berkarya, musisi John Mayer juga dikenal atas komitmennya mendanai penelitian mengenai gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang dialami veteran perang. Pelantun "Last Train Home" itu mengaku tergerak mendanai penelitian setelah mengunjungi barak prajurit yang terluka di Camp Lejeune, North Carolina pada akhir 2000-an.

Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter yang terbit Rabu (22/7/2026), Mayer mengatakan pengalaman tersebut mengubah pandangannya tentang PTSD dan mendorongnya untuk mulai mendanai riset kesehatan veteran pada 2012. "Saya benar-benar sangat tersentuh saat itu ketika berbicara dengan seseorang yang mengalami cedera otak traumatis, dan memahami secara langsung bagaimana rasanya mendengar mereka berbicara," kata Mayer seperti dikutip dari Billboard, Jumat (24/7/2026).

la mengaku sebelumnya memiliki pemahaman yang terbatas mengenai kondisi tersebut. Namun, setelah melihat langsung perjuangan para veteran, Mayer memahami bahwa dampak PTSD jauh lebih kompleks dibandingkan definisi yang selama ini ia ketahui.

"Saya hanya melihatnya secara langsung, dalam bentuk yang begitu nyata dan tanpa filter. Saya sangat tersentuh melihat orang-orang yang mampu berbicara melampaui cedera yang mereka alami," kata dia.

Mayer kemudian mendirikan organisasi nirlaba Heart and Armor pada 2019. Organisasi tersebut berfokus mendukung penelitian mengenai gejala PTSD, baik mental maupun fisik, yang dialami para prajurit, sekaligus menyediakan sumber daya bagi veteran yang membutuhkan bantuan.

Menurut The Hollywood Reporter, Mayer telah menyumbangkan sekitar 5 juta dolar AS (sekitar Rp89 miliar) dari dana pribadinya untuk mendukung berbagai penelitian tersebut. Studi yang didanai mencakup beragam topik, mulai dari olahraga, pola makan perempuan, hingga dampak psikologis akibat kekerasan seksual di lingkungan militer.

la berharap pendanaan tersebut juga dapat membantu mengurangi stigma yang selama ini melekat pada veteran dengan PTSD. "Ketika Anda mendengar kisah tentang seseorang dengan PTSD yang akhirnya melakukan swamedikasi, Anda akan memahaminya," kata Mayer.

"Jika satu-satunya cara seseorang bisa tidur setelah pulang dari medan tugas adalah dengan menghabiskan setengah botol anggur, itu bukan berarti ia memilih minum daripada tidak minum. Yang ia pilih adalah tidur daripada tidak bisa tidur sama sekali," kata dia.

Bagi Mayer, keterlibatan dalam isu kesehatan veteran juga menjadi bentuk pengabdian lain di luar karier musiknya. la mengatakan dirinya terinspirasi oleh sejumlah figur publik yang memiliki peran berbeda di luar profesi utama mereka. la mencontohkan Dudley Moore yang dikenal sebagai pianis andal, Shaquille O'Neal yang pernah menjadi deputi sheriff cadangan, John Travolta yang berlisensi sebagai pilot, hingga vokalis Iron Maiden yang menerbangkan pesawat untuk band tersebut.

"Setiap kali saya mendengar hal-hal seperti itu yang tidak terdengar seperti pengalaman klise seorang figur publik, saya terinspirasi untuk bisa berguna dalam cara yang berbeda," kata dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |