Muhammadiyah Kutuk Keras Penculikan Jurnalis Republika dan Aktivis Sumud oleh Israel

2 weeks ago 37

Jurnalis Republika Thoudy Badai (kiri) dan Bambang Noroyono (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekira 100 orang peserta misi armada Global Sumud Flotilla diculik pasukan Israel saat sedang berlayar menuju Jalur Gaza, Palestina. Saat dicegat tentara Zionis, mereka sedang berada di perairan internasional.

Di antara mereka yang menjadi korban penculikan itu ialah jurnalis Republika, Bambang Noroyono. Dari Jakarta, Muhammadiyah menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kejadian yang dialami seluruh korban tersebut.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Buya Anwar Abbas mengutuk keras tindakan Israel yang dengan semena-mena melakukan pencegatan dan penculikan terhadap para peserta Global Sumud Flotilla. Ia pun menyerukan kepada pemerintah RI agar lekas bertindak demi membebaskan seluruh warga negara Indonesia (WNI) peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Zionis.

Buya Anwar memandang, Zionis telah berkali-kali menunjukkan arogansi kepada dunia dan merasa kebal hukum internasional. Tel Aviv pun hingga detik ini tidak juga menyudahi genosida di Jalur Gaza dan penjajahan atas Bumi Palestina seluruhnya.

“Penahanan terhadap wartawan republika oleh pihak Israel merupakan cermin dari sebuah arogansi dan kesombongan,” kata Buya Anwar saat dihubungi dari Jakarta pada Senin (18/5/2026).

Ia menilai, Israel selama ini bertindak semena-mena karena merasa kuat secara politik dan militer. Bahkan, Zionis tidak segan melakukan tindakan kekerasan terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh.

“Hal ini terjadi karena Israel merasa hebat dan kuat karena didukung oleh AS (Amerika Serikat) sehingga Israel tidak merasa takut untuk berbuat apa saja yang dia maui, apalagi 'hanya' untuk menahan orang sipil yang tidak dia sukai,” ucap Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini.

Karena itu, Buya Anwar menegaskan, negara-negara Barat sebagai pendukung Israel sesungguhnya telah berbuat hipokrit. Di satu sisi, Barat kerap mendengungkan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), tetapi tanpa malu-malu mereka terus diam melihat tindakan barbar Israel.

“Cuma herannya, negara-negara Barat yang katanya sangat menjunjung tinggi HAM malah hanya diam melihat tindakan yang biadab tersebut,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |