Potret warga di Padukuhan Kemesu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop menampung air bersih.
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Meski hingga kini belum ada permohonan distribusi atau droping air bersih dari masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Penetapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan penetapan status siaga darurat tersebut menjadi langkah preventif untuk memastikan seluruh sumber daya kebencanaan siap menghadapi potensi kekeringan. "Berlaku dua bulan, nanti bisa diperpanjang lagi, melihat situasi kondisi alam kita. Statusnya siaga. Siaga darurat bencana kekeringan," kata Bambang saat dihubungi Republika, Selasa (21/7/2026).
Menurut Bambang, penetapan status tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman kekeringan yang pernah terjadi di Sleman, terutama pada 2023 ketika fenomena El Nino turut mempengaruhi kondisi musim kemarau. Diketahui ada sebanyak 12 kapanewon di Kabupaten Sleman yang terdampak kekeringan dengan total 15.457 jiwa atau 4.101 kepala keluarga mengalami kesulitan air bersih.
Data tersebut menjadi acuan penting bagi Pemkab Sleman untuk memperkuat sistem mitigasi dan mempercepat respon jika kondisi serupa kembali terjadi. "Ya, kita flashback ke belakang, ya. Sejarah atau histori kekeringan di Sleman, yang sama momentumnya dengan 2023 dan 2026. Dengan anomali adanya muson El Nino, angin muson Australia, El Nino itu. Itu kan sama-sama anomali. Tahun 2023 itu sama dengan 2006, itu ada El Nino," ujarnya.
Meski begitu, Bambang menegaskan, status siaga darurat bukan berarti seluruh wilayah Sleman saat ini telah mengalami krisis air bersih. Hingga kini, BPBD Sleman memastikan wilayahnya masih aman dan belum ada permohonan droping air bersih dari masyarakat.
"Sampai dengan detik ini, belum ada yang melaporkan ke kami permohonan untuk distribusi air bersih. Artinya, sampai dengan hari ini masih aman untuk kebutuhan air bersih. Tidak tahu kalau besok, ya," ujarnya.
.png)
6 hours ago
5

















































