Menumbuhkan Kemandirian dari Pesantren, Santri Produksi Air Minum Kemasan

1 week ago 24

Sejumlah santri pengabdian melakukan proses produksi air minum dalam kemasan Ointika di Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, Selasa (28/7/2026). Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman memproduksi air minum hexagonal Ointika menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO). (FOTO : Republika/Prayogi)

Air minum Ointika diproduksi menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menghasilkan air minum yang memenuhi standar kualitas. (FOTO : Republika/Prayogi)

Dalam satu kali proses produksi, pabrik air minum dalam kemasan Ointika mampu menghasilkan sekitar 2.000 hingga 3.000 botol berukuran 600 mililiter dan 330 mililiter. (FOTO : Republika/Prayogi)

Santri pengabdian dilibatkan dalam berbagai tahapan produksi sebagai bagian dari pembelajaran keterampilan dan kewirausahaan di lingkungan pesantren. (FOTO : Republika/Prayogi)

Produk air minum Ointika saat ini masih dipasarkan secara terbatas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di lingkungan pondok pesantren dan berbagai kegiatan internal. (FOTO : Republika/Prayogi)

Unit usaha air minum dalam kemasan menjadi salah satu upaya pesantren membangun kemandirian ekonomi berbasis pemberdayaan santri. (FOTO : Republika/Prayogi)

Melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi, santri memperoleh pengalaman mengenai manajemen usaha, produksi, dan tanggung jawab kerja. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pengembangan unit usaha produktif di lingkungan pesantren diharapkan dapat memperkuat kemandirian lembaga sekaligus membekali santri dengan keterampilan yang bermanfaat setelah menyelesaikan pendidikan. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman di Parung, Kabupaten Bogor, mengembangkan unit usaha produksi air minum dalam kemasan sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi pesantren.

Dalam proses produksinya, pesantren melibatkan santri pengabdian sehingga mereka tidak hanya memperoleh pendidikan keagamaan, tetapi juga pengalaman berwirausaha dan keterampilan di bidang industri.

sumber : Republika

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |