REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan penyerang Barcelona yang kini memperkuat Chicago Fire di Major League Soccer (MLS), Robert Lewandowski, menilai Lamine Yamal belum mampu menampilkan performa terbaiknya sepanjang Piala Dunia 2026. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi atas kontribusi pemain muda itu dalam keberhasilan Spanyol merebut gelar juara dunia.
Lewandowski mengungkapkan, kondisi fisik Yamal yang belum sepenuhnya pulih menjadi salah satu faktor yang membuat penampilannya tidak semaksimal saat memperkuat Barcelona pada dua musim sebelumnya.
"Bagi saya, kami belum melihat versi terbaik Lamine Yamal. Versi terbaiknya justru terlihat dua musim lalu. Dia datang ke Piala Dunia setelah cedera dan tanpa ritme pertandingan. Sulit tampil maksimal dalam kondisi seperti itu. Namun, dia tetap menunjukkan kualitasnya, tim membantunya dan dia juga membantu tim. Kerja sama itu berjalan sempurna," kata Lewandowski dalam wawancara dengan ESPN, dikutip beIN Sports, Rabu (22/7/2026).
Meski Yamal tidak tampil sebrilian seperti di level klub, Spanyol tetap sukses menorehkan sejarah. Tim asuhan Luis de la Fuente meraih gelar Piala Dunia kedua setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu di final yang berlangsung di New Jersey.
Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena La Roja mencatatkan rekor impresif. Spanyol menutup perjalanan menuju gelar juara dengan catatan 38 pertandingan tanpa kekalahan dan hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan Piala Dunia, sebuah rekor pertahanan terbaik bagi tim juara dunia.
Yamal sendiri tampil di seluruh pertandingan Spanyol selama turnamen. Tujuh kali ia dipercaya menjadi starter, meski datang ke Piala Dunia dalam kondisi belum sepenuhnya pulih dari cedera hamstring yang membuatnya absen pada akhir musim bersama Barcelona. Sepanjang turnamen, pemain muda itu mencetak satu gol saat menghadapi Arab Saudi dan belum membukukan assist, meski mampu menciptakan tujuh peluang berbahaya bagi rekan-rekannya.
Penampilan tersebut berbanding terbalik dengan performanya di level klub. Pada musim 2025/2026, Yamal tampil luar biasa dengan terlibat dalam 41 gol, terdiri atas 24 gol dan 17 assist dari 45 pertandingan. Catatan itu bahkan melampaui kontribusinya pada musim sebelumnya dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu talenta muda terbaik dunia.
Lewandowski, yang meninggalkan Barcelona dengan status bebas transfer sebelum bergabung dengan Chicago Fire, mengaku memberikan dukungan kepada Spanyol sepanjang turnamen. Menurutnya, kedekatan dengan banyak pemain La Roja membuat dirinya yakin tim tersebut mampu menjadi juara dunia.
"Saya mengenal banyak pemain tim nasional Spanyol karena menghabiskan banyak waktu bersama mereka. Karena itu lebih mudah bagi saya untuk mendukung mereka. Saya tahu mereka siap memenangkan Piala Dunia. Mereka masih sangat muda dan memiliki masa depan yang cerah," ujar Lewandowski.
Pernyataan penyerang asal Polandia itu memunculkan perdebatan mengenai penyebab belum optimalnya penampilan Yamal di Piala Dunia 2026. Sebagian menilai cedera dan minimnya ritme pertandingan menjadi faktor utama, sementara yang lain menganggap pemain berusia muda tersebut masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan intensitas turnamen terbesar di dunia.
Terlepas dari itu, Spanyol tetap berhasil mengangkat trofi Piala Dunia dan menegaskan kekuatan generasi mudanya. Meski belum menampilkan performa terbaik, Lamine Yamal tetap menjadi bagian penting dari skuad yang mengantarkan La Roja mencatatkan sejarah baru.
.png)
3 hours ago
4

















































