Kepulan asap serta kobaran api yang membubung dari sejumlah truk di sebuah kamp pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi, menyusul dugaan serangan rudal Houthi di provinsi Hadramout, Yaman timur, pada 7 September 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Reuters melaporkan, mengutip sumber-sumber Saudi, Pakistan, dan Iran, bahwa Pakistan telah menyampaikan peringatan dari Arab Saudi kepada Iran agar menahan sekutunya, kelompok Ansar Allah (Houthi) di Yaman, setelah kelompok tersebut meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya terkoordinasi untuk mencegah krisis berkembang semakin parah.
Menurut sejumlah sumber Reuters, dikutip Kamis (10/9/2026), pesan yang disampaikan kepada Teheran sangat jelas yaitu redam Houthi atau berisiko mengubah konflik proksi menjadi krisis keamanan regional yang lebih luas.
Seorang diplomat senior kawasan mengatakan Pakistan menyampaikan pesan tersebut kepada Iran dalam 24 jam terakhir. Islamabad mendesak Teheran menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan serangan Houthi terhadap Arab Saudi.
Seorang pejabat senior Iran membenarkan bahwa Pakistan telah menyampaikan pesan tersebut kepada Teheran pada Selasa. Namun, Iran merespons bahwa “Iran tidak mengendalikan Houthi.”
Diplomat regional tersebut mengatakan Islamabad berupaya meredam Houthi sebelum eskalasi mencapai titik yang dapat mendorong Riyadh menekan Pakistan agar memainkan peran yang lebih aktif dalam mempertahankan Arab Saudi.
“Pakistan memiliki kesepakatan dengan Arab Saudi, tetapi saya berharap situasi tidak sampai pada titik yang memaksa Pakistan benar-benar turun tangan. Untuk saat ini, Pakistan akan mengupayakan solusi diplomatik,” kata diplomat tersebut kepada Reuters.
Dukungan Pakistan
Seorang sumber Pakistan mengatakan para pejabat Saudi telah bertemu dengan para pejabat senior militer Pakistan dan Turki di Riyadh untuk mengoordinasikan respons mereka.
sumber : Antara
.png)
7 hours ago
7















































